Bacalah Lalu Tuliskan

kang maman

Coba perhatikan poster di atas, jika anda penggemar Indonesia Lawak Klub (ILK) yang tayang di salah satu TV swasta maka sosok yang berada di poster tersebut pasti sudah tidak asing lagi, ya… dia adalah Kang Maman, orang yang berada dibalik suksesnya tayangan ILK tersebut.

Menyebut nama Kang Maman terdengar Sunda banget padahal dia lahir di Kabupaten Gowa Propinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Bontonompo, merupakan salah satu Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Makassar. Ibunya asli Bontonompo sedangkan Ayahnya adalah seorang Tentara yang berasal dari Kota Kembang Bandung. Ayah dan ibu Kang Maman bertemu saat Ayah Kang Maman bertugas di Bontonompo ketika penumpasan pengikut Kahar Muzakkar.

Maka sangat tidak berlebihan jika saya memanggil Kang Maman dengan sebutan Daeng Maman, Daeng berarti Kakak atau panggilan terhormat bagi seseorang yang lebih tua dari kita di kalangan Suku Bugis-Makassar.

Malam Selasa kemarin (16/3/2015) Daeng Maman menyempatkan diri berbagi pengalaman tentang menulis di Kedai Pojok Adhyaksa, kegiatan tersebut di organize oleh Komunitas Blogger Angingmammiri Kota Makassar. Ketika saya membaca postingan Pacca (Panggilan sayang Komunitas Blogger Angingmammiri) di group Facebook maka saat itu juga saya memutuskan untuk hadir di acara tersebut apapun yang terjadi, mau hujan, mau banjir akan saya terobos heheheh……

Sekitar satu jam lebih, Daeng Maman bercerita tentang kehidupan pribadinya, dilanjutkan dengan mengulas tentang behind the scene setiap buku yang pernah ditulisnya serta beberapa tips dalam menulis. Pada pertemuan malam itu, saya sempat mencatat beberapa poin yang menurut saya sangat bermanfaat untuk dibagi.

Bacalah lalu Tuliskan

Daeng Maman memberi penekanan bahwa jika ingin menjadi seorang penulis hebat maka anda harus banyak membaca, karena kualitas tulisan sangat ditentukan oleh kualitas bahan bacaan. Maka tidak heran jika Daeng Maman sudah memiliki koleksi lebih dari 1000 buku dengan berbagai macam genre.

Daeng maman tidak membatasi genre buku yang dia baca, buku apapun itu harus tuntas dia baca maksimal 3 hari. Kebiasaan membaca tersebut memiliki pengaruh yang luar biasa pada saat Daeng Maman didaulat menjadi Notulen di acara ILK, dengan waktu yang singkat dia harus mampu merangkai kata demi kata sehingga tercipta sebuah catatan yang indah dan kaya makna.

Lebih lanjut Daeng Maman menguraikan bahwa sesungguhnya roh dari aktivitas menulis ialah verifikasi dan konfirmasi. Setiap materi yang akan anda rangkai menjadi sebuah tulisan harus melalui proses verifikasi dan konfirmasi dengan kata lain harus berbasis fakta, karena sesungguhnya setiap tulisan harus mampu mencerahkan dan memperkaya wawasan orang yang membacanya.

Kekuatan Seorang Ibu

Ibu adalah segalanya bagi Daeng Maman, maka ketika dia mengalami Writer’s Block maka dia akan langsung menghubungi ibu tercinta dan biasanya setelah itu hambatan menulis tersebut mulai terurai.

Daeng Maman memberi ilustrasi bawah setiap kata harus ada jedah yang sering kita sebut dengan istilah spasi, jika setiap kata tidak memiliki spasi maka kalimat yang terbentuk akan kacau dan tanpa makna. Begitupula dengan hidup, dengan segala macam rutinitas setiap hari maka seseorang perlu jedah dan jedah dari setiap aktifitas kita sebut dengan istilah libur, jika huruf awal dan akhir dari kata libur dihilangkan maka kata tersebut berubah menjadi kata Ibu, jadi jedah yang terbaik atau libur yang terbaik dari segala macam aktifitas ialah kembali ke ibu, bagaimanapun caranya.

Akhirnya Daeng Maman menitip pesan kepada Komunitas Blogger Kota Makassar, bahwa Blogger adalah pekerjaan yang memiliki masa depan yang cerah, apalagi jika tulisan-tulisan tersebut berhasil diterbitkan dalam bentuk buku, karena penerbit saat ini sangat menyukai tulisan-tulisan yang sifatnya personal.

Daeng Maman memberi contoh, dia tidak pernah menyangka bahwa salah satu bukunya yang berjudul “RE:” bisa dikenal di Inggris dan dalam jangka waktu dekat buku tersebut akan diterjemahkan kedalam bahasa Inggris serta seorang produser berminat membuat sebuah mini seri karena ulah seorang blogger Inggris yang mereview buku tersebut dan tersebar luas di sana.

Lalu, “menulislah setiap hari lalu lihat apa yang terjadi” (Om Jay)

Salam sehat.

WP_20150316_21_15_24_Pro - Copy

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*