Berat Badan Anak Tidak Naik-Naik

Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mengetahui apakah seorang anak memiliki kondisi kesehatan yang baik atau tidak, salah satunya ialah melalui pemantauan pertumbuhan (berat badan dan tinggi badan), akan tetapi kadang ibu menyusui tidak mengetahui bagaimana cara melihat apakah anak mereka memiliki berat badan yang cukup atau tidak.

Salah satu masalah yang sering dijumpai pada ibu menyusui ialah mereka merasa bahwa berat badan anaknya tidak naik-naik atau begitu-begitu saja. Masalah ini bisa muncul kapan saja selama periode pemberian ASI.

Ketika orang tua mengalami kondisi tersebut, biasanya mereka mengambil jalan pintas dengan cara memberi makanan tambahan kepada anaknya seperti susu formula karena merasa bahwa pemberian ASI yang ia lakukan tidak mampu meningkatkan berat badan anaknya.

Orang tua harus memahami bahwa, puncak pertumbuhan seorang anak biasanya mulai terjadi pada usia ke-2,3 dan 6 minggu serta 3 dan 6 bulan. Beberapa anak memiliki pola pertumbuhan sendiri, sehingga patut dilakukan pemantaun secara rutin setiap bulan di Posyandu atau di fasilitas kesehatan lainnya.

Cara Mengetahui Berat Badan Cukup atau Tidak

Cara yang paling sederhana dan praktis yang bisa orang tua lakukan untuk mengetahui apakah berat badannya cukup atau tidak adalah dengan menggunakan media Kartu Menuju Sehat (KMS), dan kami sarankan sebaiknya menggunakan KMS yang terbaru, karena pada KMS tersebut sudah terdapat berapa kenaikan berat badan minimum (KBM) pada anak setiap bulan. Misalnya seorang anak perempuan dengan data berat badan sebagai berikut :
• Berat badan lahir : 3.0 kg
• Berat badan saat umur 1 bulan : 3.5 kg
• Berat badan saat umur 2 bulan : 4.7 kg
• Berat badan saat umur 3 bulan : tidak menimbang berat badan
• Berat badan saat umur 4 bulan : 6 kg
• Berat badan saat umur 5 bulan : 6.6 kg
• Berat badan saat umur 6 bulan : 6.6 kg
• Berat badan saat umur 7 bulan : 6.3 kg

Jika data berat badan tersebut di atas di masukkan ke dalam KMS, maka hasilnya akan terlihat seperti gambar di bawah :

 

 

Berdasarkan gambar tersebut di atas, terdapat dua hal yang perlu anda perhatikan yaitu GRAFIK BERAT BADAN serta kenaikan berat badan minimum (KBM), sehingga bisa di simpulkan bahwa :

a. Berat badan anak dari 0 (nol) bulan ke 1 bulan dinyatakan TIDAK NAIK, karena 2 (dua) alasan, yaitu : grafik berat badan memotong garis pertumbuhan dibawahnya atau kenaikan berat badannya hanya 500 gram, kurang dari KBM (800 g)

b. Berat badan anak dari 1 bulan ke 2 bulan dinyatakan NAIK, karena grafik berat badan memotong garis pertumbuhan diatasnya atau kenaikan berat badannya sebesar 1200 gram, lebih dari KBM (900 g)

c. Berat badan anak dari 4 bulan ke 5 bulan dinyatakan NAIK, karena grafik berat badan mengikuti garis pertumbuhannya atau kenaikan berat badannya sekitar 600 gram, lebih dari KBM (500 g)

d. Berat badan anak dari 5 bulan ke 6 bulan dinyatakan TIDAK NAIK, karena grafik berat badan mendatar atau berat badannya sama dengan bulan lalu, kurang dari KBM (400 g)

e. Berat badan anak dari 6 bulan ke 7 bulan dinyatakan TIDAK NAIK, karena grafik berat badan menurun atau kenaikan berat badannya berkurang sekitar 300 gram, kurang dari KBM (300 g)

Penyebab Berat Badan Tidak Naik

Untuk mengetahui apa yang harus dilakukan saat berat badan anak tidak naik-naik, maka terlebih dahulu kita harus mengetahui penyebabnya. Biasanya penyebab utama berat badan anak tidak naik adalah frekuensi sakit yang sering serta asupan makanan tidak optimal, berikut beberapa pedoman umum yang bisa anda lakukan:

  1. Pastikan lingkungan rumah anda tetap bersih, jangan biarkan anak terpapar dengan asap rokok dan jenis polutan lainnya.
  2. Jika anak anda masih berusia kurang dari 6 (enam) bulan, maka ASI tetap harus diberikan, jangan terpengaruh untuk memberi tambahan susu formula. Kenali apakah asupan ASI anak anda cukup atau tidak dengan cara melihat seberapa baik bayi menyusu dan mengamati bayi setelah menyusu, apakah bayi nyaman, puas, apa ia mencari atau menghisap tangannya? (Selengkapnya baca di sini)
  3. Jika anak anda berusia di atas 6 bulan, pastikan ASI tetap diberikan hingga usia 2 tahun atau lebih, beri makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan porsi kecil, sering, bervariasi, padat gizi dan bersih.
  4. Jika berat badan masih tidak naik-naik selama 2 bulan berturut-turut, sebaiknya periksakan ke petugas kesehatan untuk mengetahui penyebab dari masalah tersebut.

Semoga bermanfaat, dan pastikan anda memantau pertumbuhan anak anda secara rutin tiap bulan di Posyandu dan sarana kesehatan lainnya. #Salam Sehat.

12 Responses to “Berat Badan Anak Tidak Naik-Naik”

  1. affandi says:

    mendarat juga di vivanews

    • manjilala says:

      udah sering lagi pa’ affandi heheh…..#salam sehat

    • Risa says:

      baru baca artikel neh neng..Menurut Hario, dalam urasun menurunkan berat badan dan mengecilkan perut, prinsipnya adalah mengurangi lemak dengan mengurangi masukan (makanan dan minuman) dan memperbanyak latihan, seperti aerobik. Khusus mengenai latihan, waktu yang dibutuhkan adalah 20-60 menit untuk orang dengan berat badan normal, atau 1-1,5 jam untuk mereka yang berat badannya berlebihan. Bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan, plus mengecilkan perut, Lebih lama memang lebih bagus, misalnya satu jam. Tapi, biasanya disuruh sampai 1,5 jam, katanya. Patokan minimal 20 menit dalam latihan diambil karena dalam rentang waktu itulah lemak baru mulai dibakar. Sementara, jika dilakukan di atas 60 menit, selain tidak efisien, kemungkinan akan menimbulkan cidera. Cuma, sekali lagi, bagi mereka yang kelebihan berat badan musti rela menambah porsi latihan. Tentu saja, agar tak cidera, semua musti dilakukan dengan hati-hati. Biasanya, latihan untuk menurunkan berat badan diberikan dalam waktu yang cukup lama, dan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, di fase penyesuaian, diberikan latihan aerobik selama 1-2 minggu. Bentuk latihannya bisa berupa jalan, bersepeda, berenang, dan sebagainya. Setelah dua minggu, baru diberikan latihan beban untuk menguatkan otot. Misalnya, mengangkat barbel, halter, maupun kantong pasir secara bertahap. Jadi, tidak boleh instruktur memberikan latihan seenaknya Bila latihan rutin dan bertahap dilakukan, maka lemak pun akan berkurang dan habis. Lemak yang luruh bisa di semua tempat secara bersamaan, misalnya di bagian pipi, lengan, perut, daerah belakang, dan sebagainya. Nah, setelah lemak luruh, kulit akan kendor, termasuk otot perut. Tapi, tak usah khawatir, semua bisa diatasi. Otot perut dan kulit bagian tubuh lain yang kendor tadi bisa kembali kencang dengan latihan-latihan pembentukan, termasuk dengan melakukan sit-up. Yang salah kaprah di masyarakat, orang disuruh langsung sit-up untuk mengecilkan perut, ya ndak bisa! Sebab, untuk berhasil, lemaknya harus dibuang dulu dengan serangkaian latihan sebelumnya, kata Hario. Luruhnya lemak juga tidak serta merta dalam jumlah besar. Bisa turun dua kilo sebulan itu sudah bagus. Dalam hal ini, makin lama waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badan, justru lebih bagus. Sebab, hasilnya lebih permanen karena badan bisa menyesuaikan dengan beban latihan. Jadi, tak ada itu penurunan berat badan secara drastis, misalnya 5-8 kilogram sebulan. Kalau ada yang menawarkan, itu musti dipertanyakan, ujar Hario, yang juga dokter KONI itu

  2. adi pradana says:

    selamat dapat bronze award dari ISBA 2012, btw anak saya kelebihan berat badan, umur 8 bulan beratnya sudah 8.7 kg…

    • manjilala says:

      Makasih bang atas kunjungan dan ucapan selamatnya, btw status berat badan anaknya masih normal tuh :), saran saya sebaiknya miliki KMS sebagai alat untuk memantau pertumbuhan anak, #salam sehat

    • Noor says:

      Rumus Index BB yaitu:BB(Kg)______(T)(T)Keterangan:BB= Berat BadanT = Tinggi BadanHasil= = ObesitasContoh: Jika Berat Badan Anda 58 Kg, Tinggi badan 146 Cm. Maka, kita hitung saebgai berikut:58 Kg 58____________ = ____ = 27, 23(1,46)(1,46) 2,13Hasilnya adalah 27,23 (berarti anda termasuk Obesitas).Jika hasilnya normal, anda tidak perlu menurunkan BB.Jika hasilnya dibawah 18, berarti Anda harus menaikkan BB. -bukan malah menurunkan BB-.Jika hasilnya diatas 23, berarti anda harus menurunkan BB.Jika Anda harus menurunkan BB, tapi bingung kira-kira harus menurunkan BB berapa Kg. Maka kita gunakan cara saebgai berikut:(T)(T) X 22 = (1,46)(1,46) X 22 = 2,13 X 22 = 46,8646,86 27,23 = 19,63Dari hasil penghitungan diatas, Anda harus menurunkan BB sebanyak 19,63 Kg. Ini berarti Anda harus mempunyai BB sebesar 38,7 Kg saja (58 19,63 = 38,7).Nah, dengan cara itu bisa membantu kita untuk memutuskan harus menurunkan BB atau menaikkan BB.

  3. 3blan uda 7.200 kegemukan ga ya.lah! rnya 3.300

  4. kalau 16 bln berat badan 7,5 normal ngk?

  5. Srie Unies Hunzz says:

    klo 6bln BB hanya 6.3Kg apakah masih normal?

  6. ank sy umurny udh 13bln,,, tp berat badany 7,4kg.apa msh terbilang normal…

  7. membantu sekali artikel ini…

Trackbacks/Pingbacks


Leave a Reply

Temukan Literatur


Guarded by Plagiarisma.Net
Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri
Internet Sehat Bronze