Buku Sehat Sejati yang Kodrati

Hari ini (10/7) saya menghadiri sebuah peluncuran buku baru yang berjudul Sehat sejati yang kodrati, Pemberdayaan sejak usia dini hingga masa senior berkualitas. Buku tersebut merupakan karangan dr. Tan Shot Yen, M.Hum, salah seorang mahasiswa program S-3 SEAMEO-RECFON-UI. Buku ini merupakan buku keempat beliau.

Perkenalan pertama saya dengan dr. Yen sekitar pertengahan tahun 2010 lalu, kami sama-sama sebagai mahasiswa baru di SEAMEO-RECFON-UI, bedanya, beliau mengikuti program S-3 sedangkan saya program Magister (S-2). Selama interaksi saya dengan dr. Yen, kesan saya adalah beliau merupakan sosok dokter yang sangat konsen terhadap pengobatan pasien dengan menggunakan pendekatan makanan bergizi,sehingga bisa di tebak isi buku ini akan jauh dari pesan-pesan sponsor sebuah produk tertentu.

Acara peluncuran buku ini dibuka secara resmi oleh Ibu Dr. Ir. Umi Fahmida, MSc, representasi dari SEAMEO-RECFON-UI dan dilanjutkan dengan sambutan dari PT. Dian Rakyat sebagai penerbit buku yang langsung dibawakan oleh Direktur Utama (Bapak Mario Alisjahbana).

Sebelum dr. Yen memaparkan isi bukunya, terlebih dahulu buku ini diulas oleh 2 (dua) orang reviewer yaitu bapak dr. Widjaja Lukito, SpGK., PhD (SEAMEO RECFON) dan ibu Alia Nadhiva (Senior Editor, Prevention Magazine) dan dipandu oleh ibu Ir. Helda Khusun, MSc. PhD. Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 13.00 WIB.

dr. Yen memaparkan isi bukunya

Pada buku yang cukup tebal ini (553 halaman) yang di banderol sekitar 180 ribuan, penulis mencoba mengajak pembaca untuk kembali berfikir bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan tubuh anda 100% berada dalam kendali anda, andalah yang memutuskan apa yang terbaik buat kehidupan (baca : tubuh) anda, bukan dokter, bukan ahli gizi dan bukan siapa-siapa.

Buku ini terdiri atas enam BAB, dimana BAB I membahas tentang masalah seputar usia tumbuh kembang, mulai dari informasi seputar IMD, ASI eksklusif, MP-ASI, pola makan dan gaya hidup sehat dimulai sejak dini serta hal-hal lain yang berhubungan dengan tumbuh kembang.

Selanjutnya BAB II menjelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan perempuan yang terdiri atas informasi seputar kehamilan dan menyusui serta permasalahan yang sering dr. Yen temukan selama menjalankan praktek klinik, seperti “Kok belum juga menstruasi?”, “Kok rambut saya rontok dan berketombe?”, “Mioma dan jenis makanan”, dll.

BAB III lebih banyak menjelaskan tentang Trio Pembunuh Terbaru, yaitu penuaan dini, penyakit degeneratif dan kanker. Dilanjutkan pada BAB IV yang banyak mengulas tentang pola konsumsi dan gaya hidup, seperti mengapa belum punya keturunan, suplementasi : apakah harus?, tentang konsumsi daging, mengapa berat badan susah turun lagi, dll.

Pada BAB V, dr. Yen mencoba untuk mengulas tentang permasalahan seputar usia senja (baca : Lansia), mulai dari jenis penyakit yang umum dialami oleh lansia serta bagaimana menghadapi dan menjalani usia tua yang lebih sehat.

Akhirnya buku ini ditutup dengan penjelasan tentang kepentingan dan kebijakan yang diurai pada BAB VI. Bagian ini mencoba untuk “mengkritisi” beberapa kebijakan yang dianggap keliru dan tidak mendidik, misalnya adanya indikasi pembiaran terhadap iklan produk makanan yang tidak mendidik pola makan masyakarat.

Jujur saya katakan bahwa buku ini sangat tebal, akan tetapi buku ini sudah didesain sedemikian rupa untuk memudahkan anda membaca setiap bagian yang terdapat dari buku ini, anda bisa mulai membaca dari bagian mana saja sesuai dengan topik yang anda minati.

Semoga kehadiran buku ini bisa menginspirasi masyarakat Indonesia untuk bisa hidup lebih sehat dengan berpedoman pada gizi seimbang.

Foto bersama penulis dengan Direktur PT. Dian Rakyat, Senior editor majalah Prevention, Pimpinan SEAMEO-RECFON-UI (Ibu Umi Fahmi, dr. Wijaya Lukito, Prof. Soemilah dan Prof. Djohana)

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*