Cara Menyusun Portofolio CPD Online Ahli Gizi

Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPP-PERSAGI) telah mengeluarkan surat edaran terkait mekanisme perpanjangan STR Ahli Gizi melalui CPD Online. Bahwa mulai tahun 2019, perpanjangan STR sudah harus melalui CPD online di website http://persagi.org, lihat di Sidebar sebelah kanan menu P2KB/CPD Online.

Aktivitas yang dinilai serta dokumen pendukung di mekanisme baru ini sangat jauh berbeda dengan mekanisme sebelumnya. Sebagai contoh, sebelumnya penyuluhan yang dilakukan selama 40 jam dapat dinilai sebagai 1 SKP, sementara pada panduan baru ini penyuluhan hanya dinilai 0,005 SKP per kegiatan, tanpa melihat durasi penyuluhannya.

Tulisan ini akan membantu anda untuk memahami hal-hal terkait penyusunan dokumen portofolio CPD online Ahli Gizi. Sebelum saya menguraikan lebih jauh beberapa skenario menurut versi saya, maka terlebih dahulu anda harus memahami beberapa poin berikut :

  1. Aktivitas yang dinilai dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok Teknikal Register Dietisien (Diploma III), Nutrisionis (Diploam IV atau Sarjana Gizi/S.Gz) dan Dietisien (Pendidikan Profesi Gizi). Lihat di STR anda masing-masing anda masuk dalam kelompok mana. Bukan berarti karena anda bekerja di Rumah sakit lalu memilih kelompok Dietisien, hal tersebut tidak benar, sepanjang anda tidak memiliki ijazah pendidikan profesi atau sertifikat Dietisien maka anda tidak bisa masuk ke kelompok dietisien
  2. Terdapat 4 parameter penilaian yaitu : Kinerja Pembelajaran, Kinerja Profesional, Kinerja Pengabdian masyarakat/profesi, Publikasi Ilmiah dan Kinerja Pengembangan Ilmu dan pendidikan
  3. Penilaian berdasarkan frekuensi kegiatan bukan jumlah sasaran. Jika anda melakukan konseling terhadap 5 orang/bulan maka nilai SKPnya akan sama jika anda melakukan konseling 1 orang/bulan.
  4. Sebaiknya anda menginput data menggunakan HP karena lebih memudahkan dalam hal upload dokumen.
  5. Isi data secara reguler seperti 1 kali/tahun atau 2 kali/tahun
  6. Perhitungan kegiatan dimulai pada tanggal dan bulan lahir anda saat STR itu terbit, contoh anda lahir tanggal 9 Oktober 1977, dan STR anda terbit tahun 2017, maka perhitungan dimulai tanggal 9 Oktober 2017. Kegiatan sebelum bulan tersebut tidak bisa dihitung oleh aplikasi.

Tulisan ini bukanlah tulisan resmi dari DPP PERSAGI, skenario yang saya buat adalah hasil penafsiran saya terhadap formulir yang terdapat di Aplikasi CPD Online, oleh karena itu tentu saja saya membutuhkan saran dan koreksi dari pihak yang berwenang jika ada penafsiran saya yang kurang tepat.

Skenario yang saya susun ditujukan bagi mereka yang STRnya terbit tahun 2017 dan akan berakhir tahun 2021, tentu tahun bisa berubah sesuai dengan kondisi masing-masing. Kegiatan yang disusun juga kegiatan minimal, ada banyak kegiatan yang bisa dipilih pada setiap parameter, akan tetapi menurut penafsiran kami kegiatan-kegiatan yang kami tampilkan di skenario adalah kegiatan yang paling mungkin anda kerjakan di unit kerja masing-masing.

Skenario TRD di Puskesmas

TRD PKM

Maksimalkan perolehan SKP dari kegiatan seminar dan pelatihan, maksimal SKP dari kegiatan tersebut ialah 15 SKP, tentu jangan melakukan perbuatan curang dengan cara membeli sertifikat tanpa mengikuti kegiatan secara aktif. Kegiatan seminar atau pelatihan yang bisa dihitung adalah kegiatan yang memiliki SKP DPP/DPD PERSAGI.

Penjaringan UKS tingkat kecamatan cukup anda lakukan 1 kali/tahun, karena poin di kegiatan ini cukup besar yaitu 1 SKP/kegiatan. Bagaimana jika anda melakukan penjaringan lebih dari satu sekolah?. Jika surat tugas dari kegiatan tersebut terpisah dan dilakukan di hari yang berbeda maka setiap tempat yang anda kunjungi bisa dihitung poin SKPnya.

Menyusun rencana kerja perbaikan gizi biasanya dalam bentu Rencana Usulan Kegiatan (RUK) atau Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) dokumen ini setiap tahun disusun oleh ahli gizi di puskesmas.

Kegiatan berikutnya ialah lakukan penyuluhan di 3 lokasi setiap bulan, lokasi bisa posyandu atau sekolah. Melakukan konseling minimal 7 pasien setiap bulan dna yang terakhir aktif sebagai panitia di beberapa hari besar kesehatan seperti hari gizi dan hari kesehatan nasional.

Skenario Nutrisionis di Puskesmas

Nutrisionis PKM

Kegiatan yang dilakukan oleh Nutrisionis di Puskesmas relatif sama dengan kegiatan TRD, yang membedakan adalah poin SKP di kegiatan Menyusun perencanaan tahunan unit kerja, di TRD poinnya hanya 0,005 SKP sementara di nutrisionis poinnya 1 SKP.

Skenario TRD di RS (Ruangan)

TRD Ruangan

Skenario TRD di RS (Instalasi Gizi)

TRD Instalasi Gizi

Skenario Nutrisionis di RS (Ruangan)

Nutrisionis Ruangan

Skenario Nutrisionis di RS (Instalasi Gizi)

Nutrisionis Instalasi Gizi

Skenario Ahli Gizi yang Belum Bekerjabelum bekerja

Bagi anda yang belum bekerja bukan berarti anda tidak bisa menyusun dokumen portofolio CPD Online, hanya saja dibutuhkan upaya lebih untuk mendapatkan poin. Tabel di atas menujukkan bahwa anda harus memaksimalkan perolehan SKP dari kegiatan seminar atau pelatihan.

Kegiatan berikutnya ialah aktif disetiap kegiatan yang diselenggarakan oleh DPD atau DPC PERSAGI di domisili anda. Pada momen-momen tertentu berkunjunglah ke sekretariat DPD/DPC untuk menawarkan diri menjadi salah satu panitia di pelaksanaan kegiatan Hari Gizi, Hari pangan dan Hari kesehatan, atau panitia Lomba. Anda tidak perlu malu atau sungkan karena ini demi kesempatan anda mendapatkan poin SKP.

Lakukan penyuluhan minimal 4 lokasi setiap bulan serta melakukan kegiatan konseling minimal 5 pasien/bulan. Kegiatan penyuluhan dan konseling bisa anda lakukan di Posyandu atau di masyarakat dengan menggunakan surat tugas DPD/DPC PERSAGI.

Sekali lagi skenario-skenario tersebut di atas berdasarkan penafsiran saya, jika anda memiliki penafsiran yang berbeda mari kita berbagi informasi dan saling membantu agar ahli gizi dapat dengan mudah melakukan perpanjangan STR melalui sistem CPD Online

Salam Sehat dan Bergizi.

Video Tutorial Pengisian CPD Online | Materi PPT CPD Online

Please follow and like us:

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*