DEMAM SURAT TANDA REGISTRASI

Beberapa minggu terakhir, saya kembali sibuk melayani pertanyaan tentang Surat Tanda Registrasi (STR) Ahli Gizi, setelah beberapa bulan lamanya terhenti, mulai dari pertanyaan tentang persyaratan usulan STR yang baru hinggga konfirmasi tentang STR yang sudah terbit.

Permasalahan yang paling krusial dalam pembuatan STR Ahli Gizi ialah kawan-kawan lulusan FKM peminatan Gizi Masyarakat tidak bisa diakomodir dalam pembuatan STR Ahli Gizi, hal tersebut disebabkan karena di dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 26 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan dan Praktik Tenaga Gizi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tenaga gizi (pasal 1) ialah : “setiap orang yang telah lulus pendidikan di bidang gizi sesuai ketentuan peraturan perundangan-undangan”. Pada pasal 3 diuraikan bahwa berdasarkan pendidikannya, Tenaga Gizi dikualifikasikan sebagai berikut:

  1. Tenaga Gizi lulusan Diploma Tiga Gizi sebagai Ahli Madya Gizi;
  2. Tenaga Gizi lulusan Diploma Empat Gizi sebagai Sarjana Terapan Gizi;
  3. Tenaga Gizi lulusan Sarjana sebagai Sarjana Gizi; dan
  4. Tenaga Gizi lulusan pendidikan profesi sebagai Registered Dietisien.

Disinilah letak permasalahannya, karena lulusan FKM peminatan gizi masyarakat tidak dikenal sebagai Sarjana Gizi (SGz) akan tetapi sebagai Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM). Persoalannya kemudian banyak tenaga gizi di Puskesmas dan di Rumah Sakit yang merupakan lulusan FKM peminatan gizi (jalur nol tahun) yang membutuhkan STR agar mereka dapat menjalankan tugas rutin mereka sebagai tenaga gizi, sementara disisi lain mereka tidak bisa diakomodir dalam penerbitan STR Ahli Gizi.

Peluang kemudian muncul ketika Ikatan Ahli Kesehatan Mayarakat Indonesia (IAKMI) masuk ke dalam struktur Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) dan menyiapkan instrumen registrasi tenaga kesehatan masyarakat, dan puncaknya di penghujung tahun 2014, tepatnya diawal bulan Desember tahun 2014, kawan-kawan lulusan FKM peminatan gizi masyarakat sudah bisa bernafas lega karena mereka sudah bisa memiliki STR, meskipun STR yang terbit nantinya bukan STR Ahli Gizi akan tetapi STR Ahli kesehatan masyarakat, paling tidak aspirasi kawan-kawan bisa terakomodir.

Akan tetapi, ternyata masalah STR tersebut belum selesai karena tenaga gizi yang sebelumnya telah memiliki STR ahli gizi lewat jalur Ijazah Diploma III Gizi dan saat ini memiliki ijazah SKM (dengan peminatan gizi masyarakat) juga berniat untuk membuat STR Ahli Kesehatan Masyarakat dengan menggunakan Ijazah SKM mereka, sehingga mereka nantinya memiliki 2 STR yaitu STR Ahli gizi (Ijazah D-III Gizi) dan STR Ahli Kesehatan Masayarakat (Ijazah SKM).

Permasalahan tersebut yang banyak ditanyakan oleh kawan-kawan kepada saya dan meminta saran bagaimana menyikapi persoalan tersebut. Berikut beberapa pendapat pribadi saya dalam menyikapi persoalan tersebut :

  1. Saya belum menemukan satupun aturan yang menyatakan bahwa setiap tenaga kesehatan hanya boleh memiliki 1 STR sehingga saya tidak berani melarang kawan-kawan untuk mengurus STR Ahli Kesehatan Masyarakat. Akan tetapi menurut akal sehat saya, sepatutnya 1 orang hanya boleh memiliki 1 STR.
  2. Pada saat perpanjangan STR di tahun 2017, maka mereka yang memiliki 2 STR tetap akan memilih salah satu diantara keduanya. Mengapa?, alasan 1 : kalau tetap memilih keduanya maka mereka harus mengikuti 2 macam uji kompetensi yaitu kompetensi Ahli Gizi dan Kompetensi Ahli Kesehatan Masyarakat, dan kalau ternyata persyaratan perpanjangan STR tidak membutuhkan uji kompetensi akan tetapi cukup menyusun fortofolio maka mereka akan menyiapkan 2 macam Fortofolio. Alasan 2 : Jika saya melihat draft form usulan dan perpanjangan STR, di sana terdapat sebuah kolom isian berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) artinya, kalau NIK anda sudah terdaftar di 1 STR maka secara otomatis tidak bisa lagi memiliki STR di profesi lainnya.
  3. Institusi pendidikan kesehatan masyarakat sebaiknya mulai mempertimbangkan untuk tidak membuka peminatan gizi masyarakat karena pada akhirnya lulusan mereka tidak bisa memperoleh predikat Ahli Gizi atau tenaga Gizi, untuk lebih jelasnya silakan baca undang-undang Tenaga Kesehatan Nomor 36 Tahun 2014. Pada pasal 11 tercantum : “Jenis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga kesehatan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f terdiri atas epidemiolog kesehatan, tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku, pembimbing kesehatan kerja, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan, tenaga biostatistik dan kependudukan, serta tenaga kesehatan reproduksi dan keluarga”
  4. Lulusan Diploma III Gizi yang memiliki rencana melanjutkan pendidikan sebaiknya memilih jalur profesi yaitu Diploma IV Gizi atau S-1 Gizi untuk menghindari masalah dikemudian hari.
  5. Bagi lulusan Diploma III Gizi yang telah mendapatkan gelar SKM (peminatan gizi) saran saya agar mulai berpikir untuk kembali menempuh pendidikan sesuai dengan jalur Profesi yaitu melanjutkan kembali pendidikan Diploma IV gizi atau S-1 Gizi. Akan tetapi jika anda mengangap bahwa saran tersebut tidak masuk akal dan sangat memberatkan, maka silahkan terus memantau perkembangan kebijakan pemerintah semoga kita bisa menemukan solusi yang baik dan tidak ada yang dikorbankan

Dalam sebuah Temu Ilmiah Internasional di Yogyakarta pada Bulan November 2014, salah seorang Tokoh Gizi Nasional menyatakan bahwa “…saya cuma memiliki 1 STR yaitu STR Ahli Gizi karena saya memiliki latar belakang Diploma III Gizi, meskipun saya memiliki Ijazah SKM (peminatan gizi) akan tetapi saya tidak memiliki minat sedikit pun untuk memiliki STR Kesehatan Masyarakat, cukup 1 saja…”.

Salam sehat.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*