Identifikasi HCN (Asam Sianada) pada Makanan

Salah satu masalah keracunan karena bahan tambahan makanan disebabkan oleh keberadaan bahan kimia berbahaya kedalam makanan, seperti kontaminasi  senyawa sianida.

Senyawa sianida (asam sianida atau garam-garamnya) termasuk zat kimia kontaminan, yaitu bahan yang tidak mempunyai fungsi dalam makanan, tetapi terdapat secara tidak sengaja ikut masuk dalam makanan baik dalam jumlah sedikit atau cukup banyak akibat perlakuan selama proses produksi, pengolahan dan pengemasan. Disisi lain, HCN secara alamiah terdapat pada beberapa bahan pangan seperti umbi-umbian.

Senyawa sianida bersifat toksin dan bila dicerna, senyawa tersebut sangat cepat terserap oleh alat pencernaan dan masuk kedalam saluran darah. Dosis yang mematikan  adalah 0,5 – 3,5 mg HCN/Kg Berat Badan.

Jum’at (12/10) kami melakukan identifikasi kandungan HCN pada 4 (empat) macam sampel, yaitu :

  • Daun singkong
  • Singkong
  • Ubi jalar
  • Daun Pepaya

Prosedur Kerja

  1. Maserasikan 50 gr bahan yang telah ditumbuk halus kedalam 50 ml aquadest pada erlenmeyer bertutup
  2. Tambahkan 10 ml larutan asam tartarat  5%  (asam tartarat digunakan untuk mengikat HCN agar tidak menguap)
  3. Sambil menunggu sampel larut, celupkan kertas saring ukuran 1 x 7 cm kedalam larutan asam pikrat jenuh, kemudian dikeringkan diudara.
  4. Setelah kering basahi dengan larutan Na2CO3 8 % dan digantungkan pada leher erlemeyer diatas dan ditutup sedemikian rupa sehingga kertas tidak kontak dengan cairan dalam erlenmeyer.
  5. Panaskan dalam waterbath dengan suhu  50o C selama 15 menit. Apabila warna orange dari kertas pikrat berubah menjadi warna merah berarti dalam bahan mengandung HCN

Hasil Pengujian

Dari keempat sampel, daun singkong memiliki kandungan HCN lebih banyak dari ketiga sampel, disusul singkong, ubi jalar dan daun papaya. Hal tersebut terlihat dari perubahan kertas saring pada daun singkong lebih pekat dari ketiga sampel lainnya.

Kesimpulan

Buat saudara yang gemar mengonsumsi daun singkong dan singkong, apakah dalam bentuk lalapan atau dalam bentuk sayur, sebaiknya melakukan beberapa langkah antisipasi untuk mengurangi kandungan HCN pada bahan pangan tersebut, seperti merendam bahan tersebut beberapa menit dalam air mengalir dan saat proses pemasakan, sebaiknya tutup panic dibuka agar HCN yang menguap saat pemanasan tidak tertampung di dalam panic masakan.

Semoga bermanfaat.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*