Internet dan Kelas Virtual

Saya mengenal internet sekitar tahun 2002, saat itu saya harus jauh-jauh ke warnet yang berada di bilangan Tamalanrea agar bisa mengakses internet. Seiring dengan berjalannya waktu perkembangan dunia internet semakin pesat, saat ini saya tidak perlu lagi ke warnet, internet bisa diakses menggunakan telepon seluler dimana saja dan kapan saja.

Kehadiran internet saat ini sangat membantu aktivitas sehari-hari di kantor. Apalagi setelah saya mengenal beberapa aplikasi kelas virtual seperti Google Classroom dan Edmodo. Kelas virtual ini merupakan kelas online yang memungkinkan mahasiswa dan pengajar berinteraksi secara virtual, salah satu keunggulan kelas virtual ini  ialah tugas-tugas yang dikirim oleh mahasiswa lebih tertata dengan baik, serta memudahkan dosen memeriksa tugas dan memberi nilai.

Sebelum saya mengenal kelas virtual, metode yang saya gunakan cukup rumit. Diawali dengan membuat group di Facebook khusus mata kuliah yang saya ajarkan lalu mahasiswa diminta bergabung ke group tersebut. Bahan ajar saya unggah di group Facebook yang saya buat, beberapa instruksi tugas serta diskusi-diskusi ringan juga saya lakukan di group.

Satu hal yang merepotkan adalah ketika tugas mahasiswa harus diserahkan dalam bentuk softcopy, biasanya tugas-tugas tersebut dikirim ke posel yang saya buat khusus, yang terjadi kemudian ialah posel saya penuh dengan file-file tugas dan cukup sulit untuk mengelompokkan tugas-tugas yang masuk apalagi jika saya mengelola beberapa kelas. Nilai yang saya berikan pada setiap tugas juga tidak terdokumentasi dengan baik.

Bekerja dengan kelas virtual

Tampilan Google Classroom yang saya kelola
Tampilan Google Classroom yang saya kelola

Bekerja dengan kelas virtual cukup mudah, dimulai dengan dosen membuat kelas, kemudian kode kelas diserahkan ke mahasiswa. Selanjutnya mahasiswa login di kelas virtual dan bergabung di kelas dengan memasukkan kode kelas yang telah diberikan sebelumnya.

Setelah mahasiswa bergabung dengan kelas virtual maka banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari mengunduh bahan kuliah, mengerjakan atau mengunggah tugas, melihat nilai yang diberikan oleh dosen  dan berinteraksi dengan dosen melalui fasilitas chat.

Dosen tinggal memantau secara berkala aktivitas di kelas virtual melalui telepon seluler, bahkan dosen bisa memeriksa dan memberi nilai dari setiap tugas hanya menggunakan telepon seluler. Aplikasi kelas virtual juga memiliki fasilitas rekap nilai, aplikasi ini sangat membantu dosen dalam mendokumentasikan setiap nilai yang telah diberikan.

Masalah terbesar dari kelas virtual adalah akses internet, seringkali mahasiswa mengeluh dengan akses internet di kampus yang kadang melambat, akhirnya mereka terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli kuota internet atau mengerjakan tugas di café atau warung kopi yang memiliki akses internet. Andai saja pihak Telkom bisa memfasilitasi internet murah dan cepat di kampus pasti aktivitas kelas virtual akan jauh lebih mengasikkan.

Tapi dari segi penyelamatan lingkungan, kelas virtual jauh lebih ramah lingkungan, karena dapat menghemat penggunaan kertas. Bisa dibayangkan jika dalam sebuah kelas terdapat 50 mahasiswa dan setiap mahasiswa diminta untuk membuat makalah dengan kisaran 5 halaman, maka penggunaan kertas pada tugas tersebut sekitar 250 lembar. Jika dalam satu minggu ada 5 dosen yang memberikan tugas makalah maka penggunaan kertas pada pekan tersebut sekitar 1.250 lembar atau sama dengan 2,5 rim kertas.

Disamping itu, mahasiswa juga pasti tetap mengakses internet dalam proses penyelesain tugas-tugas tersebut, sehingga mahasiswa mengeluarkan biaya yang lebih banyak, biaya akses internet serta biaya cetak tugas. Berbeda dengan kelas virtual, tugas yang dikerjakan oleh mahasiswa cukup dikirim melalui kelas yang telah mereka ikuti sehingga menghemat penggunaan kertas.

Jadi keberadaan internet dan kelas virtual telah banyak memberi manfaat dan ikut serta dalam penyelamatan lingkungan, semoga semakin banyak dosen yang menggunakan aplikasi kelas virtual.

Salam Sehat.


*) Tulisan ini dibuat dalam rangka ulang tahun ke-10 komunitas Blogger Anging Mammiri

 

Please follow and like us:

9 Comments

  1. Betul sekali pak. Kami sebagai mahasiswa juga sangat terbantu dengan Google classroom. Menghemat biaya hidup di perantauan
    Tapi begitumi pak. Google classroom jelaski deadline tugasnya. Kalo terlambat, late mki. Tidak ada kata maaf. Maaf Google ndada kuotaku habiski. Hehehe. Tapi baguski juga pak. Melatih kedisiplinan

  2. Deh baruka tau ini Google Classroom kerennya mi sekarang di’ hehehe~
    Semoga internet gratis dan cepat bisa segera masuk kampus. Eh tapi waktu kuliahka dulu ada mi internet di kampus ia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*