Istilah-Istilah dalam Pemberian ASI

Banyak istilah yang biasa digunakan dalam praktek pemberian ASI atau ibu menyusui, terkadang beberapa orang sulit untuk membedakan antara satu istilah dengan istilah lainnya.

Bagi penggiat gizi, peneliti dan mungkin orang awam sangat penting untuk memahami istilah-istilah tersebut agar tidak melakukan kesalahan saat menggunakan istilah-istilah menyusui. Oleh karena itu, tulisan berikut mencoba menyajikan beberapa istilah yang umum di gunakan dalam praktek pemberian ASI.

ASI Eksklusif

Sejak tahun 1991, ASI Eksklusif didefenisikan sebagai pemberian ASI saja tanpa makanan maupun minuman kepada seorang bayi sesaat setelah lahir sampai bayi tersebut berusia 6 bulan. Akan tetapi defenisi ini sudah dimodifikasi oleh WHO-UNICEF pada tahun 2007, bahwa terdapat beberapa hal yang diperbolehkan selama periode ASI eksklusif (0-6 bulan) yaitu :

  1. Pemberian larutan Oralit
  2. Obat dalam bentuk tetes dan sirup, apakah itu vitamin, mineral atau obat

Jika seorang anak mengonsumsi makanan atau minuman selain ASI (kecuali kedua hal tersebut di atas) maka anak tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai anak yang mendapatkan ASI eksklusif.

Pemberian ASI secara predominan (Predominant breastfeeding)

Seorang anak dikategorikan sebagai menyusu secara predominan jika selama periode 0-6 bulan, selain mendapatkan ASI ia mendapatkan MINUMAN selain ASI, apakah dalam bentuk sari buah (juice), teh, air tajin, air kelapa, dll baik dalam jumlah banyak maupun sedikit.

Pemberian ASI penuh (Full breastfeeding)

Jika anak medapatkan ASI eksklusif dan ASI predominan

Pemberian ASI secara parsial (Partial breastfeeding)

Jika seorang anak, selain mendapatkan ASI juga mendapatkan MAKANAN selain ASI,  apakah dalam bentuk bubur saring, susu formula, buah yang dilumatkan, dll, maka anak tersebut dikategorikan sebagai menyusu secara parsial.

Menyusui atau pemberian ASI

Menyusui atau pemberian ASI merupakan defenisi secara umum yaitu jika seorang anak mendapatkan ASI apakah langsung dari payudara ibu atau ASI perah, mungkin termasuk di dalamnya pemberian ASI eksklusif, predominan atau parsial.

Pemberian Susu Botol (Bottle Feeding)

Jika seorang anak mendapatkan  ASI, susu formula atau makanan/minuman lainnya dengan menggunakan  botol susu.

Pemberian ASI Lanjut (Continued Breastfeeding)

Pemberian ASI lanjut didefenisikan sebagai pemberian ASI kepada bayi setelah ia berusia 6 bulan. Pemberian ASI lanjut ini direkomendasikan sampai 2 (dua) tahun atau lebih. Alasan ASI tetap diberikan setelah bayi berusia 6 bulan, karena sekitar 2/3 kebutuhan energi seorang bayi pada umur 6-8 bulan masih harus dipenuhi melalui ASI, pada umur 9-12 bulan sekitar 1/2 dari kebutuhannya dan umur 1-2 tahun hanya sekitar 1/3 dari kebutuhannya.

Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Pemberian ASI kepada bayi maksimal 60 menit setelah melahirkan, dimana bayi yang aktif mencari dan menemukan sendiri puting ibu. IMD memiliki beberapa tahapan yaitu :

  • Setelah bayi lahir, ia dibersihkan seperlunya dengan tidak menghilangkan vermex (kulit putih) gunanya agar bayi tetap merasa nyaman
  • Tengkurapkan bayi pada dada atau perut ibu biarkan kulit bayi bersentuhan dengan kulit ibu.
  • Biarkan bayi mencari sendiri puting ibu, biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama antara 30-60 menit.
  • Setelah bayi menemukan puting ibu dan menyusu dengan baik, bayi kemudian di timbang, di beri identitas, dll, kemudian dibedong

Jika anda ingin menyaksikan video proses IMD, silahkan tonton tanyangan di bawah :

 Demikian uraian singkat tentang istilah-istilah pemberian ASI, semoga bermanfaat, salam Gizi.

Sumber :

  • WHO (2010) Indicators for assessing infant and young child feeding practices part 3: country profiles. World Health Organization. Dept. of Child and Adolescent Health and Development
  • Beberapa sumber lainnya.
Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*