Kambing Lasuna Jajanan Rakyat

Kamblas atau Kambing Lasuna yang beberapa orang menyebutnya Kambeng Lasuna adalah salah satu penganan yang umum kita jumpai di masyarakat Bugis-Makassar (Asumsi saya, heheh……). Saya katakan demikian karena saya terlahir sebagai anak Bugis-Makassar yang tidak asing lagi dengan makanan yang satu ini.

Tidak ada batasan waktu kapan sebaiknya makanan ini disantap, akan tetapi umumnya kami menyantap Kambing lasuna sebagai makanan selingan, baik siang maupun sore, tapi kadang-kadang malam hari pun makanan ini cukup nikmat, sebagai teman begadang.

Makanan Santri

Saya pernah mondok di salah satu Pesantren ternama di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Barru pada tahun 1990-1995, makanan yang satu ini menjadi makanan wajib yang kami konsumsi saban malam Jum’at (karena hari Jum’at biasanya libur), ditemani dengan kopi santan dan sesekali dengan Sarabba (minuman khas Sulawesi mirip Wedang jahe). Kambing lasuna menjadi makanan favorit para santri karena ongkos produksinya yang cukup murah

Kambing Lasuna Tetangga Saya

Rumah orang tua saya terletak di Lingkungan BontoKapetta Kab. Maros, tepat di samping SDN No. 22, dan di sudut luar sekolah berdiri sebuah warung penjual makanan khas anak-anak sekolah, salah satu jualan favorit saya adalah tentu saja Kambing lasuna.

Kambing lasuna buatan tetangga saya memiliki ciri khas sendiri, beda dengan buatan saya atau buatan istri dan kakak perempuan saya. Bentuknya sedikit mengembang dan teksturnya sedikit kenyal serta ditambah dengan rasanya yang gurih. Sesekali saya gatal juga ingin bertanya tentang racikan kambing lasuna nya, tapi tidak pernah kesampaian.

Kambing Lasuna Buatan Istriku

Sesekali saya meminta ke istri saya untuk dibuatkan kambing lasuna, mungkin karena istri saya orang gizi sehingga kambing lasuna buatannya berbeda dengan kambing lasuna yang selama ini saya kenal. Istri saya menambahkan beberapa sayuran di dalamnya seperti Wortel dan buncis, sehingga rasa dan tampilannya berbeda dengan kambing lasuna yang ada dibawah alam bawah sadar saya, hehehe…..

Apa itu Kambing Lasuna?

Wah ….. sampai lupa memperkenalkan cara pembuatan kambing lasuna nya heheh…… jadi sebenarnya kambing lasuna itu bukan makanan yang terbuat dari kambing dan bawang (kambing=kambing dan Lasuna=bawang). Tetapi terbuat dari tepung terigu dan irisan bawang merah. Saya tidak memiliki referensi yang cukup soal penamaan ini, mengapa makanan yang satu ini dinamakan kambing/kambeng, semoga ada orang yang bisa menguraikan penamaan makanan tersebut. Berikut detail cara pembuatannya.

  1. Masukan tepung terigu yang sudah diayak sesuai selera kedalam mangkok, misalnya 200 gram
  2. Iris-iris bawang merah sesuai selera lalu tambahkan ke dalam mangkok yang berisi tepung terigu
  3. Tambahkan air secukupnya hingga membentuk adonan kental mirip bubur nasi
  4. Panaskan minyak kelapa
  5. Setelah minyak kelapa panas, masukan adonan tepung terigu dengan menggunakan sendok makan, hingga membentuk bulatan seperti bakso
  6. Goreng hingga matang dan siap disantap

Umumnya, kambing lasuna disantap dengan sambal yang terbuat dari cuka dan cabe, tetapi kadang-kadang dibuat sambel khusus yang terbuat dari parutan singkong yang dimasak hingga membentuk larutan kental. Kalau tidak ada singkong, tepung kanji/tapioka juga bisa sebagai pengganti heheh….

Meningkatkan Nilai Gizi Kambing Lasuna

Kalau anda lihat komposisi makanan tersebut, sangat rendah gizi, karena hanya terbuat dari tepung terigu sebagai bahan utama. Jika anda membuat kambing lasuna dengan bahan utama tepung terigu 200 gram dan asumsi minyak terserap sebnayak 5 gram, maka anda akan memperoleh :

  • Energi : 771 kkal
  • Protein : 20.6 gram
  • Lemak : 7 gram
  • Karbohidrat : 153 gram

Jika bahan tersebut di atas menghasilkan 20 porsi kambing lasuna, maka nilai gizi per porsinya menjadi :

  • Energi : 39 kkal
  • Protein : 1.03 gram
  • Lemak : 0.4 gram
  • Karbohidrat : 7.7 gram

Nilai gizi kambing lasuna bisa ditingkatkan dengan cara penambahan telur ayam, potongan wortel, buncis, kacang merah atau sayuran lainnya. Akan tetapi tentu saja rasa dan teksturnya berbeda dengan rasa dan tekstur versi originalnya.

Mungkin anda punya cerita yang berbeda soal Kambing Lasuna, mari berbagi cerita dengan saya. Salam Sehat……!!!!

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*