Kudapan Manis dari Kota Makassar

kudapan makassar

“…es pisang ijo, pisang epek dan pallu butung, semuanya berbahan dasar pisang, tapi ditambah bahan-bahan lainnya seperti sirup, gula, susu kental manis, dan bahan lainnya yang mampu menggugah selera…”

Pernyataan di atas merupakan salah satu kutipan dari berita di salah satu media online Nasional (baca di sini). Berita tersebut merupakan hasil pemaparan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulsel kepada Menteri Kesehatan RI tentang beberapa jenis kudapan yang terdapat di Kota Makassar yang dapat menimbulkan masalah kesehatan jika dikonsumsi tiap hari.

Pada dasarnya tidak ada yang keliru dari ulasan Bapak Kepala Dinas Kesehatan tersebut, bahwa makanan-makanan yang disebutkan di atas dapat menimbulkan masalah kesehatan jika dikonsumsi tiap hari hal tersebut disebabkan karena karena kandungan gulanya yang tergolong tinggi.

Tapi, ada angga’ sih warga Makassar yang mengonsumsi makanan di atas tiap hari? Pasti ada tapi mungkin proporsinya sangat kecil karena saya saja sudah tidak ingat kapan terakhir mengonsumsi makanan-makanan tersebut.

Saya mencoba bertanya ke beberapa kawan saya di Komunitas Blogger Angingmammiri Kota Makassar tentang seberapa sering mereka mengonsumsi pisang epe’ dan es pisang ijo dalam sebulan terakhir. Hasilnya ialah dari 6 orang yang merespon, 4 diantaranya tidak pernah mengonsumsi Pisang epe’ dan tidak ada satupun yang mengonsumsinya tiap hari.

Sama halnya dengan es pisang ijo dari 3 orang yang memberi tanggapan ketiganya menyatakan tidak pernah mengonsumsi es pisang ijo, bahkan ada kawan yang memberi komentar bahwa dia baru sadar belum pernah mengonsumsi es pisang ijo selama tahun 2015 ini.

Saya sudah bisa mendunga jawaban dari kawan-kawan akan seperti itu, karena ketiga makanan tersebut hanya bisa dijumpai di tempat-tempat tertentu. Pisang epe’ misalnya hanya bisa anda jumpai di sepanjang pantai losari dan saya yakin tidak semua warga Makassar berkunjung ke Pantai Losari tiap hari, kalaupun ia rasa-rasanya mereka tidak mungkin tiap hari mengonsumsi pisang epe’.

Lalu, menjadikan pisang epe’, es pisang ijo, pallu butung dan cucuru bayao sebagai “biang kerok” sehingga warga rentan menderita Diabetes Mellitus sangat tidak beralasan. Mungkin karena keempat makanan tersebut sudah terlanjur dikenal sebagai makanan khas Sulawesi Selatan atau mungkin keempat makanan tersebut tersaji di hadapan Ibu Menteri Kesehatan sehingga contoh yang paling mudah ya keempat makanan tersebut.

Jadi kapan kita makan pisang epe’, es pisang ijo, pallu butung? Ajak-ajak dong :)

*) terima kasih buat kawan-kawan yg sudah meluangkan waktu menjawab pertanyaan saya, salam sehat selalu

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*