MEMAHAMI DIMENSI POLA ASUH

Sebelum kita menguraikan dimensi pola asuh maka terlebih dahulu kita harus memahami pengertian pola asuh. Pola asuh terdiri atas dua suku kata yaitu pola dan asuh. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Pola diartikan sebagai : “pola /po·la/ n 1 gambar yg dipakai untuk contoh batik; 2 corak batik atau tenun; ragi atau suri; 3 potongan kertas yg dipakai sbg contoh dl membuat baju dsb; model; 4 sistem; cara kerja: — permainan; — pemerintahan; 5 bentuk (struktur) yg tetap: — kalimat: dl puisi, — adalah bentuk sajak yg dinyatakan dng bunyi, gerak kata, atau arti;. Sedangkan Asuh diartikan sebagai : “asuh v, mengasuh /meng·a·suh/ v 1 menjaga (merawat dan mendidik) anak kecil: tidak ada yg ~ anakku kalau aku bekerja di kantor; 2 ki membimbing (membantu, melatih, dsb) supaya dapat berdiri sendiri (tt orang atau negeri): sudah beberapa tahun lamanya ia ~ penjaja koran itu; 3 ki memimpin (mengepalai, menyelenggarakan) suatu badan kelembagaan: kaum nasionalis yg berjuang di lapangan pendidikan telah ~ perguruan Taman Siswa“.

Jadi, pola asuh dapat diartikan sebagai interaksi antara orang tua dengan anak dalam bentuk merawat, mendidik dan membimbing sehingga anak dapat mengeali dan  beradaptasi dengan lingkungannya.

Berdasarkan pengertian tersebut di atas, maka kami dapat membagi dimensi pola asuh menjadi 3 (tiga) bagian yaitu 1) Dimensi pemberian makan, 2) Dimensi kebersihan diri dan 3) Dimensi perawatan kesehatan. Ketiga dimensi tersebut saling berkaitan sehingga ketika penggiat gizi ingin menilai pola asuh seseorang maka harus mempertimbangkan ketiga dimensi tersebut.

Berikut komponen penting dari ketiga dimensi tersebut.

Dimensi Pemberian Makan

  1. Pemberian ASI. Terdiri atas Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI Eksklusif, ASI lanjutan sampai 1 tahun, ASI lanjutan sampai 2 tahun.
  2. Pemberian MP-ASI. Terdiri atas usia pertama kali pemberian MP-ASI, Konsistensi MP-ASI, frekuensi pemberian MP-ASI, kualitas (nilai gizi) MP-ASI, Keragaman MP-ASI

Dimensi Kebersihan Diri

  1. Kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun
  2. Frekuensi mandi dalam sehari
  3. Frekuensi penggunaan sabun saat mandi dalam sehari
  4. Kebiasaan menggunakan alas kaki ketika bermain di luar rumah
  5. Frekuensi potong kuku dalam sebulan
  6. Frekuensi ganti pakaian (baju dan celana) dalam sehari

Dimensi Perawatan Kesehatan

  1. Cakupan imunisasi
  2. Frekuensi penimbangan 6 bulan teakhir
  3. Frekuensi sakit dalam sebulan terakhir
  4. Lama sakit (hari) ketika menderita sakit
  5. Tempat pencarian pengobatan ketika anak sakit
  6. Praktek pemberian makan pada saat anak sakit

Jadi, buat anda yang bermaksud melakukan penelitian tentang pola asuh pada balita, maka petning kiranya mempertimbangkan komponen-komponen tersebut di atas.

Semoga bermanfaat, salam sehat.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*