Mengatur Pola Tidur Selama Bulan Ramadhan

 

Agar kamu bisa menjalani ibadah Puasa Ramadhan dengan kondisi tubuh yang bugar maka salah satu yg harus diatur ialah durasi tidur. Sebaiknya durasi tidur dalam sehari selama bulan Ramadhan ialah 6-7 jam, kurang atau lebih dari itu akan menyebabkan tubuh menjadi lemas.

Pengaturannya ialah setelah shalat Tarwih, biasanya pukul 8.30 atau 09.30, maka bersiaplah untuk segera ke tempat tidur, jangan mengasup makanan berat lagi seperti Nasi lengkap dengan lauknya, martabak manis/terang bulan, martabak asin, Bakso, dll. Cukup mengasup buah dan segelas air putih. Mengasup makanan berat saat itu akan mengganggu jadwal tidur anda serta mengganggu porsi makan saat sahur.

Durasi tidur di malam hari sekitar 5,5-6 jam, selanjutnya manfaatkan waktu setelah Shalat Dhuhur 30-60 menit untuk berbaring sejenak. Berikut beberapa Dalil yang menganjurkan mengatur jadwal tidur, baik di bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan” (Ar-Ruum :23)

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, ia menuturkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jadikanlah makanan sahur sebagai sarana untuk membantumu melakukan puasa di siang hari dan tidur pada tengah hari sebagai sarana untuk membantumu melakukan shalat Tahajjud.”

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Amr bin al ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Tidur ada tiga macam. Tidur orang rusak, tidur orang berakhlak, dan tidur orang dungu. Adapun tidur orang yang rusak kepribadiannya adalah tidur pada waktu dhuha, saat orang-orang menyelesaikan urusan-urusan mereka, sementara ia terlelap dalam tidurnya. Tidur orang yang bermoral, adalah tidur qailulah ketika pertengahan hari. Dan tidur orang yang dungu adalah tidur ketika waktu shalat datang” Diriwayatkan oleh Al Baihagi dalam Asy Syu’ab (4/182). Ibnu Al Muflih membawakannya dalam Al Adab Asy Syar’iyyah (3/162)

Selamat Berpuasa, Karena Puasa itu Menyehatkan

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*