Mengenal Produksi ASI

“……..Bunda mau tanya nih, gimana caranya biar produksi ASInya banyak, kasihan si kecil baru umur 1 bulan harus minum susu formula. Semua cara sudah dilakukan, dari makan sayuran, minum asifit, sampai suntik asi tetap asinya kurang. Mohon sarannya ……..”

Pertanyaan di atas sering kita temukan dalam forum-forum yang membahas tentang ASI baik melalui media cetak maupun online. Bahkan pertanyaan tersebut di atas kadang menjadi perbicangan yang hangat di kalangan ibu-ibu, khusunya ibu-ibu muda yang belum memiliki pengalaman menyusui.

Banyak ibu yang berniat memberikan ASI kepada si kecil, tapi karena banyaknya masalah yang menyertai selama periode menyusui menyebabkan ibu beralih ke alternatif lain, seperti susu formula misalnya. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang proses produksi ASI sangat penting dimiliki oleh seorang ibu.

Mengenal produksi ASI

Prinsip dasar produksi ASI sebenarnya cukup sederhana, hanya menggunakan 2 (dua) kata yaitu “supply and demand”, artinya semakin sering di keluarkan atau diberikan kepada si bayi, maka produksinya akan semakin meningkat.

Terdapat 3 (tiga) komponen yang memiliki peran penting dalam hal ini, ketiga komponen tersebut sering di istilahkan dengan sebutan “3-B”, yaitu “Baby (bayi), Breast (payudara) and Brain (otak)”.

Baby (bayi)

Baby, berarti bahwa ia harus menyusui dengan posisi dan pelekatan yang tepat untuk mendapatkan asupan ASI yang optimal serta untuk menghidari beberapa masalah menyusui seperti puting lecet, luka dan rasa sakit (Lihat Video pelekatan).

Breast (Payudara)

Breast, berarti bahwa payudara harus di isap oleh si bayi agar hormon prolaktin bekerja, hormon ini memiliki peran yg sangat penting untuk meningkatkan produksi ASI, tanpa hormon ini ASI tidak akan di produksi. Semakin sering Bayi menyusui dan semakin sering payudara dikosongkan maka semakin tinggi konsentrasi hormon prolaktin, dan tentu saja produksi ASI semakin banyak.

Brain (Otak)

Brain, berarti  ibu harus selalu berada dalam kondisi dan situasi yang nyaman, bersikap positif dan optimis bahwa ia mampu untuk menyusui, sedikit saja keraguan yang muncul dalam benaknya, misalnya perasaan bahwa ASInya kurang, akan mempengaruhi produksi ASI, mengapa ?, karena sikap positif dan perasaan yang nyaman tersebut akan merangsang produksi hormon oksitosin, dimana hormon ini memiliki peran yang sangat penting dalam produksi ASI.

Jadi, kesimpulannya adalah, produksi ASI harus melibatkan ibu dan anak, ketiga komponen tersebut di atas (3-B) merupakan satu kesatuan yang harus bekerja pada saat yang sama, satu saja komponen yang tidak bekerja akan berpengaruh terhadap penurunan produksi ASI.

Semoga bermanfaat, Salam Gizi

Referensi : Diurai dari Materi kelas edukASI-AIMI “Tantangan Menyusui” dan beberapa sumber.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*