Menikahlah Sebelum Terlambat

Kata-kata di atas, mungkin sedikit provokatif, meskipun sebagian besar wanita muda di Jepang saat ini lebih memilih memelihara anjing daripada menikah dan melahirkan, akan tetapi saya masih memiliki keyakinan bahwa wanita dan pria Indonesia masih memilih untuk menikah daripada hidup sendiri, bukankah menikah itu adalah sunnah rasul (dalam agam Islam).

Nah, sebelum anda memutuskan untuk menikah dan berencana untuk memiliki anak, ada baiknya anda membaca informasi berikut :

  1. Kehamilan sebelum umur 18 tahun atau setelah umur 35 tahun meningkatkan risiko kesehatan kepada ibu dan anak yang dikandungnya. Penting anda ketahui bahwa hamil di usia muda (<18 tahun) meningkatkan risiko untuk mendapatkan komplikasi kehamilan seperti eklampsia, kelahiran prematur (BACA DISINI), keguguran, anemia dan mungkin saja kematian pada ibu. Sedangkan pada anak, risiko yang bisa ditimbulkan adalah lahir prematur, lahir dengan berat badan rendah (<2500 gram), masalah kesehatan dan mungkin kematian. Bagi wanita yang berumur di atas 35 tahun, risiko kesehatan yang dapat mereka alami antara lain : hipertensi, pendarahan, keguguran, diabetes melitus selama kehamilan, dll.
  2. Demi kesehatan ibu dan anak, seharusnya jarak kelahiran paling tidak 2 tahun. Seorang ibu membutuhkan waktu untuk pemulihan setelah proses melahirkan, dia harus mendapatkan kembali kondisi kesehatan, status gizi serta kekuatan fisik dan mental seprti semula sebelum ia hamil. Jika ibu mengalami keguguran atau aborsi, dia haRus menunggu sekitar 6 (enam) bulan untuk bisa hamil kembali untuk mencegah risiko yang buruk pada ibu dan anak. Risiko kematian pada ibu dan anak, meningkat secara signifikan jika proses kelahiran tidak memiliki jarak yang cukup, serta tingginya kemungkinan anak lahir prematur dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi yang BBLR umumnya mengalami gangguan pertumbuhan serta lebih sering sakit-sakitan jika dibanding dengan bayi yang memiliki berat badan normal
  3. Risiko kesehatan pada ibu hamil dan anak yang dilahirkan meningkat setelah 4 kali kehamilan. Keluarga berencana memberi kita pengetahuan dan pengertian tentang perencanaan keluarga, kapan seharusnya mulai memiliki anak, berapa banyak dan seberapa jauh jarak antar kedua kehamilan dan kapan waktunya untuk berhenti.
  4. Banyak cara yang aman dan dapat diterima untuk menghindari kehamilan, anda bisa menghubungi petugas kesehatan terdekat untuk mendpatkan informasi tentang cara aman dan tepat untuk mengatur proses kehamilan.
  5. Perencanaan keluarga merupakan tanggungjawab antara laki-laki dan perempuan, setiap orang membutuhkan pengetahuan tentang manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari perencanaan keluarga

Setelah anda membaca uraian di atas, keputusan ada ditangan anda, kapan anda memutuskan untuk menikah, kapan memutuskan untuk hamil dan berapa banyak anak yang anda inginkan. Asal anda tahu saja, hampir semua pasangan yang sudah menikah jarang ada yang menyesal, mereka umumnya mengatakan mengapa baru sekarang, lalu, menikahlah sebelum terlambat.

Semoga bermanfaat, salam Gizi

Referensi : Fact for Life

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*