Nusantara Sehat, Andai Saya Ada di Sana

1
Nugraha Ramadhan (Tim Nusantara Sehat Angkata Pertama, Alumni Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar) | Sumber : Facebook Nugraha Ramadhan

Namanya Nugraha Ramadhan, dia adalah Tenaga Gizi, salah satu alumni di Kampus kami, sejak menjadi mahasiswa kiprah akademiknya tidak terlalu direkeng (baca:diperhitungkan), akan tetapi disisi lain, bocah yang lahir di Kabupaten Maros-Provinsi Sulawesi Selatan ini memiliki kemampuan mumpuni di lapangan, berdasarkan bisik-bisik tetangga, saat Uga (Nama kecil) menjalani kegiatan Praktek Kerja Lapangan, dia memiliki kemampuan bersosialisasi serta berkomunikasi yang baik, mengambil keputusan, bertangungjawab dan  memiliki komitmen yang kuat pada tugas yang diberikan.

Maka wajar jika Uga menjadi salah satu perwakilan Peserta Nusantara Sehat angkatan Pertama mendampingi Bapak Presiden Joko Widodo saat pelepasan Tenaga Nusantara Sehat di Istana Negara pada Tanggal 4 Mei 2015, karena di Nusantara Sehat kemampuan Soft-Skill sangat dibutuhkan.

*******

Nusantara Sehat merupakan salah satu program unggulan Kementerian Kesehatan RI yang diluncurkan sekitar awal Tahun 2015. Program tersebut lahir dari hasil sebuah kajian pada Tahun 2012 yang salah satu kesimpulannya menyatakan bahwa masalah kesehatan akan lebih cepat teratasi jika ditangani secara tim.

Oleh karena itu pada tahun 2014 dilakukan ujicoba di 4 provinsi yaitu di Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Maluku dan Papua. Hasilnya sangat memuaskan, upaya kesehatan masyarakat meningkat serta tingkat partisipasi masyarakat di sarana kesehatan juga jauh lebih baik.

Tim yang dimaksud dalam program tersebut terdiri atas lintas profesi, mulai dari  dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian. Mereka bahu membahu merumuskan langkah terbaik dalam penanganan masalah kesehatan di wilayah dimana mereka ditempatkan.

Bekerja dengan tim itu tidak mudah, harus mampu mengesampingkan ego profesi, ego pengalaman serta ego-ego lainnya. Akan tetapi Kementerian Kesehatn RI sudah memiliki cara untuk meredam ego tersebut, salah satunya ialah semua peserta wajib mengikuti pendidikan bela Negara. Salah satu tujuannya ialah disamping untuk meningkatkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air tentu saja untuk meredam ego masing-masing.

Saat ini Nusantara Sehat telah memasuki angkatan ketiga, pada angkatan petama (Mei 2015) sebanyak 142 tenaga kesehatan ditempatkan di 20 puskesmas yang berada di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPKdan Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK).

Pada angkatan kedua (Desember 2015) jumlah tenaga Nusantara Sehat meningkat menjadi 552 orang  yang ditempatkan di 100 puskesmas, dan saat ini (awal tahun 2016) sedang berproses seleksi angkatan ketiga.

*******

Bergabung dengan tim Nusantara Sehat tentu saja tidak mudah karena harus jauh dari keluarga dan pacar, tidak bisa update status di sosial media gara-gara signal internet yang tidak jelas ada atau tidak.

Tapi jika saya diberi kesempatan menjadi bagian dari tim Nusantara Sehat maka langkah pertama yang akan saya lakukan ialah tentu saja sungkem ke orang tua, memastikan bahwa beliau merelakan saya berangkat mengabdi untuk bangsa dan Negara…… cie-cie-cie. Selanjutnya pamit ke pacar saya, dengan satu pesan, tunggu ya abang pasti pulang.

Hal yang paling penting yang akan saya siapkan ialah membawa koleksi buku, mulai dari buku referensi hingga buku bacaan (Komik, Novel, dll), syukur-syukur bisa buat perpustakaan mini di sana.

Tidak lupa juga saya membawa buku diary, saya berjanji dan berkomitmen akan mendokumentasikan kisah perjalanan saya di buku itu, kali’ aja ada yang terinspirasi kelak jika saya mempublikasikan bukunya.

Setiba di lokasi,  langkah pertama yang akan saya lakukan ialah mencari informasi sebanyak mungkin tentang kehidupan bermasyarakat di lokasi tersebut, mulai dari perilaku masyarakat, hal-hal yang ditabukan, panggilan akrab hingga cara berkomunikasi dengan masyarakat setempat.

Kepala Puskesmas menjadi orang pertama sebagai informan saya, selanjutnya Kepala Desa/Lurah, Kepala Dusun, Tokoh Agama serta Tokoh Pemuda, dan menemukan keluarga angkat adalah salah satu prioritas saya dalam dua atau tiga bulan pertama.

Hal ini penting agar sebelum membicarakan program dengan tim maka kita harus berbaur dengan masyarakat sehingga pada saat realisasi program, kami tidak mendapatkan hambatan serta tidak bertentangan dengan adat istiadat setempat.

Karena menurut saya, program yang berbasis karifan local jauh lebih dahsyat daya ungkitnya jika dibandingkan dengan program yang tidak memperhatikan kondisi masyarakat setempat.

Ahhhh…… jadi pengen lihat kehidupan kawan-kawan di sana apakah semudah saya menguraikannya di sini?, semoga Adik-adik saya yang saat ini bertugas di Nusantara Sehat bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

Salam sehat.

Video Wawancara Putri Indah Nirmala (Alumni Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar & Tim Nusantara Sehat Angkatan Pertama)

Sumber :

  1. http://nusantarasehat.kemkes.go.id/
  2. https://www.facebook.com/nugraha.ramadhan.31?fref=ts
  3. https://www.youtube.com/watch?v=JNNGYfOwkXc
Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*