Pelajari Label Makananmu

Kita tidak bisa menghindar dari serbuan produk kemasan, karena gaya hidup dan pola aktifitas saat ini menuntut seseorang untuk lebih memilih makanan yang mudah dan cepat. Oleh karena itu masyarakat harus diberi edukasi tentang bagaimana cara membaca label makanan kemasan agar terhindari dari bahaya yang kemungkinan bisa ditimbulkan.

Dari sekian banyak informasi yang terdapat pada kemasan sebuah produk, pada kesempatan ini saya hanya akan berbagi 2 hal yang menurut saya sangat penting kita ketahui dan sering kita abai terhadap 2 hal tersebut, yaitu Komposisi produk dan informasi nilai gizi.

Komposisi Produk

Membaca komposisi sebuah produk bertujuan untuk mengetahui bahan penyusun dari produk tersebut, sehingga anda mengetahui apa yang sesungguhnya anda konsumsi. Kita ambil satu contoh sebuah produk minuman yang dikemas dalam bentuk serbuk. Cara penyajiannya ialah melarutkan serbuk minuman tersebut ke dalam segelas air (250 ml), aduk sampai rata dan siap untuk diminum. Komposisi produk  terdiri atas :

“Gula, serbuk apel, serbuk jeruk, pengatur keasaman asam malat, serbuk brokoli, serbuk wortel, perisai identik alami apel, mineral trikalsium fosfat, penstabil nabati karboksimetilselulosa, premix vitamin, perisai alami jeruk, pemanis buatan aspartame 62 mg/saji (ADI : 50 mg/kg BB/hari) pemanis buatan asesulfam K 36 mg/saji (ADI : 15 mg/kg BB/hari) pewarna makanan FCF CI 15985, pewarna makanan tatrazin CI 19140, pewarna makanan coklat HT CI 20285”

Coba kita perhatikan komposisi di atas, jika orang awam membaca komposisi tersebut pasti akan bingung karena terlalu banyak istilah yang mungkin mereka tidak faham. Meskipun demikian mari kita lihat beberapa point penting, yaitu :

  • Produk tersebut menggunakan gula tapi juga menggunakan 2 macam pemanis buatan yaitu aspartame dan asesulfam K, anda bisa nilai sendiri bayangkan sebuah produk memiliki 3 macam pemanis dalam satu kemasan.
  • Produk tersebut juga menggunakan serbuk apel, serbuk jeruk, serbuk brokoli, serbuk wortel tapi juga menggunakan perisai identik alami apel dan perisai alami jeruk, kalau memang produk tersebut menganggap bahwa produknya sehat karena mengandung banyak serbuk sayur dan buah maka penambahan perisai buah sudah tidak relevan lagi, cukup konsentrasi serbuk sayur dan buah yang diperbanyak.
  • Ada 3 macam pewarna yang digunakan produk tersebut yaitu pewarna makanan FCF CI 15985, pewarna makanan tatrazin CI 19140, pewarna makanan coklat HT CI 20285.

Disamping komposisi di atas, konsumen juga perlu membaca informasi penting yang biasanya terdapat disekitar label komposisi produk. Informasi penting biasanya berupa peringatan bahwa produk mengandung komponen yang tidak cocok dikonsumsi oleh kelompok umur tertentu seperti anak balita, ibu hamil, ibu menyusui, orang yang memiliki penyakit tertentu, dll.

Informasi Nilai Gizi

Bagian ini sepertinya jarang dibaca oleh konsumen karena pada umumnya masyarakat Indonesia belum terbiasa menghitung kebutuhan gizinya sehingga informasi yang terdapat pada bagian terkesan tidak bermafaat, padahal informasi nilai gizi memberi kita petunjuk berapa banyak kandungan gizi pada sebuah produk. Sehingga kita bisa mengetahui berapa banyak sumbangan kandungan gizi produk terhadap kebutuhan gizi kita dalam sehari.

Akan tetapi, ada satu bagian pada informasi nilai gizi yang menarik perhatian, yaitu tulisan yang terdapat dibagian bawah yang menyatakan “Persen AKG berdasarkan kebutuhan energi 2000 kkal”. Angka 2000 kkal tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI Nomor : HK.00.05.52.6291 Tahun 2007 tentang Acuan Label Gizi Produk Pangan, dalam Surat Keputusan tersebut terdapat acuan label gizi produk pangan, sebagaimana gambar di bawah :

tabel acuan nilai gizi produk pangan

Akan tetapi berdasarkan penelusuran saya, sebagian besar produk kurang tepat dalam pencantuman persentase AKG tersebut, kita ambil salah satu contoh sebagai berikut :

informasi nilai gizi makanan

Pada label di atas tercantum Karbohidrat total : 25 g atau 8% dari AKG, padahal jika berdasarkan acuan SK Balai POM, AKG karbohidrat total ialah 300 g, jadi 8% dari 300 g ialah 24 g bukan 25 g. Sila anda hitung sendiri persentase zat gizi lainnya dengan menggunakan table di atas.

Oleh karena itu pengetahuan membaca label harus kita miliki agar bisa lebih selektif dalam memilih makanan dan bagi anda-anda yang memahami konsep tersebut ada baiknya membuat sebuah gerakan edukasi konsumen agar konsumen bisa lebih cerdas.

Salam sehat, @bloggergizi #10HariNonstop NgeblogGizi

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*