Pembukaan Indonesia MDGs Award 2013

Kami (Prodi D-III Gizi Politeknik Kesehatan Makassar Jurusan Gizi) merupakan salah satu dari 64 institusi yang menjadi finalis Indonesia MDGs Award 2013 (IMA 2013). Berdasarkan surat elektronik yang kami terima dari panitia, sebanyak 400 program unggulan diterima oleh panitia yang selanjutnya dilakukan penilaian oleh tim juri. Penilaian tidak hanya bersifat admiistratif tetpai juga dilakukan kunjungan langsung ke lokasi program ungguluan untuk memastikn bahwa program ungggulan tersebut benar adanya.

Program kami (Sirajuddin, SP, M.Kes, Mustamin, SP, M.Kes dan Manjilala, SGz, M.Gizi) yang mendapat penghargaan ialah Program Positive Deviance untuk Pencegahan Gizi Buruk di Kota Maba,  Halmahera Timur, Prop. Maluku Utara, Kegiatan ini merupakan salah satu program CSR PT. Antam. Tbk, dimana kami sebagai pengusul dan pelaksana program di lapangan.

Setelah melalui proses perdebatan yang cukup panjang (hehe….. lebay) akhirnya ditunjuklah saya untuk mewakili Politeknik Kesehatan Makassar menghadiri rangkaian penganugrahan IMA 2013 di Jakarta.

Panitia sudah menyampaiakn lewat surel mereka bahwa semua finalis wajib berkumpul di Sekretariat Utusan Khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals pukul 06.30 untuk registrasi dan penyerahan undangan serta ID Card, dengan ketentuan menggunakan pakaian batik lengan panjang.

Sekitar pukul 07.30 proses registrasi tuntas dan semua finalis diminta untuk naik ke bis yang telah disediakan, yang selanjutnya bersama-sama menuju istana Wakil Presiden, sebagai tempat pembukaan IMA 2013. Finalis dilarang menggunakan kendaraan pribadi ke  Istana Wapres.

Penjagaan cukup ketat, kami harus melewati serangkaian pemeriksaan sampai akhirnya tiba di ruang acara. Satu persatu finalis duduk menempati kursi yang telah disediakan, saat itu saya memasuki ruangan bersama dengan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Halmahera Timur, Propinnsi Maluku Utara. Saya mengajak beliau untuk duduk di kursi barisan terdepan (dalam hati supaya mudah tersorot kamera heheheh…….) tapi beliau menolak, ia menawarkan untuk duduk di kursi baris ketiga, ya sudah, saya pun mengalah.

Tepat pukul 08.30, Rombongan Wapres memasuki ruangan, hadirin diminta untuk berdiri dan duduk kembali sesuai arahan Master of ceremony (MC), dengan suara yang lembut tapi tegas, MC membacakan susunan acara pembukaan IMA 2013 yangg terdiri atas :

  • Laporan Ketua Utusan Khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals, Prof. DR. Nila F. Moeloek
  • Arahan Wakil Presiden RI, Prof. Budiono
  • Ramah tamah dengan Wakil Presiden

Dalam sambutannya, Prof. DR. Nila F. Moeloek banyak menguraikan latar belakang dan  tujuan dari kegiatan IMA ini yang bertema “Beraksi untuk Negeri”. Kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun 2011, dengan jumlah pengusul program terus bertambah. Pada tahun 2011 Nominator hanya sekitar 100-an, tahun 2012 meningkat menjadi 227 dan tahun 2013 menjadi 443 Nominator.

Item indicator setiap tahun juga mengalami penambahan, tahun ini terdapat indicator pendidikan dan Pelita Nusantara, indicator yang terakhir tersebut diberikan bagi individu-inndividu yang memiiliki kepedulian tterhadap masyarakat di lingkungan masing-masing.

Lebih lanjut Prof. Nila mengingatkan bahwa peran serta masyarakat merupakan salah satu komponen penting dalam penanganan masalah-masalah di masyarakat. Oleh karena itu KUKPRI MDGs merasa terpanggil untuk memberi Award kepada mereka (lembaga atau individu) yang telah banyak berbuat untuk masyarakat, tujuannya agar terjadi peningkatan kualitas program dan semangat untuk terus berbuat bersama-sama dengan pemerintah mengatasi masalah yang terdapat di masyarakat.

Prof. Nila menutup laporannya dengan sebuah pesan, sebaiknya semua program yang kita jalankan didasarkan pada proses partisipatoris yang bersumber dari masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan arahan Wakil Presiden RI.

Wapres RI memulai sambutan dengan sedikit berguyon, mencoba menunjukkan simpati kepada finalis yang telah bersiap-siap mengikuti acara ini sejak subuh. Selanjutnya beliau memaparkan bahwa tidak ada alasan bagi ita semua untuk tidak bekerja dengan serius karena kita telah ikut serta menandatangani komitmen bersama yang bernama MDGs, dimana di dalamnya tterdapat target-target yyang harus dicapai oleh setiap Negara hingga tahun 2015. Maka kita akan menjadi malu jika target yang kita capai tertinggal jauuh dari Negara-negara lain.

Lebih jauh, Wapres RI menguraikan bahwa penghargaan yang diberikan pada saat ini tidak berbentuk uang akan tetapi hanya pengakuan, yang menyatakan bahwa anda layak dijadikan contoh, punya inisiatif dan konsep program bisa ditularkan ke orang lain.

Pemerintah memiliki anggaran yang terbatas, kemampuan menjangkau juga terbatas, sehingga dibutuhkan orang-orang yang memiliki inisiatif di masing-masing komunitas, dan itu adalah tugas kita bersama, ungkap Wapres.

Pada akhir arahan, beliau meyampaikan bahwa mari kita saling mengerti, saling mengapresiasi dan berkoordinasi. Jangan pernah merasa hanya anda sendiri yang berbuat, mari kita keroyok masalah.

Kegaitan seremonial inni berakhir sekitar pukul 08:59, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dengan Wapres RI, setiap finalis diminta untuk maju kedepan untuk bersalaman dengan Wapres.

Bangga rasanya bisa menjadi bagian dari kegiatan yang hebat ini, meskipun kami sadar bahwa apa yang kami perbuat sesungguhnya masih sangat jauh dari kata sempurna, mungkin masih banyak kegiatan hebat di luar sana yang layak berada di tempat ini tapi tidak terpublish.

Oleh karena itu, perkenankan saya mewakili tim Prodi D-III Gizi mengucapkan terima kasih kepada :

  • PT. Antam Tbk yang sudah mensupport kegiatan ini
  • Dinas Kesehatan Beserta jajarannya
  • Kader Posyandu yang berpartisipasi ada kegiatan ini
  • Ibu balita yang meluangkan waktunya
Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*