PENGATURAN MAKAN PADA PASIEN DIABETES SELAMA RAMADHAN

#SahabatGiziSeimbang yang baik, untuk menemani makan sahur anda hari ini kali ini saya ini ingin berbagi tentang pengaturan makan pada pasien Diabetes selama Ramadhan, tentu saja tips ini berlaku secara umum karena pengaturan makan pada seseorang sangat tergantung pada kondisi penyakit dan kebutuhan gizi masing-masing.

Kita ketahui bersama bahwa Puasa Ramadhan merupakan sebuah kewajiban bagi seluruh ummat muslim kecuali bagi mereka yang memiliki halangan seperti orang sakit sakit atau memiliki kondisi medis, termasuk di dalamnya penderita diabetes.

Sekitar delapan jam setelah makan sahur, tubuh kita mulai menggunakan cadangan energi untuk menjaga kadar glukosa darah kita tetap normal. Bagi kebanyakan orang, ini tidak berbahaya, akan tetapi jika Anda yg menderita diabetes, terutama jika Anda mengonsumsi tablet atau insulin tertentu, anda akan berisiko terkena hipoglikemia (atau hipos untuk jangka pendek) atau dengan kata lain kadar gula darah anda berada pada level yg rendah, dengan durasi puasa sekitar 14 jam maka risiko hypos dan dehidrasi sangat tinggi.

Masalah lain yang dapat terjadi pada penderita Diabetes adalah risiko kadar glukosa yang tinggi (Hiperglikemia) karena ketidakmampuan penderita mengatur asupan makanan, mengingat saat Puasa biasanya makanan melimpah baik pada saat sahur maupun saat berbuka puasa. Hypos, kadar glukosa tinggi dan dehidrasi bisa sangat berbahaya bagi penderita diabetes.

Pada akhirnya, hal tersebut adalah pilihan pribadi masing-masing apakah harus berpuasa atau tidak. Namun, jika Anda memilih untuk berpuasa, maka Anda harus berkonsultasi dengan dokter atau Ahli Gizi Anda sebelum Ramadhan, untuk memastikan bahwa Anda dapat menjaga diri sendiri dengan baik.

Mengabaikan cara ini bertentangan dengan Al-Qur’an, yang dengan jelas menyatakan bahwa Anda tidak boleh bertindak dengan cara yang membahayakan tubuh Anda.

Tips sehat puasa Ramadhan bagi penderita Diabetes

Beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan selama menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan bagi penderita Diabetes ialah sebagai berikut :

  • Sebelum Ramadhan diskusikan dengan Dokter anda tentang penggunaan jenis serta dosis obat yang akan anda gunakan selama Ramadhan
  • Saat sahur dan makan malam, kombinasikan makanan berindeks glikemik rendah dengan makanan berindeks glikemik tinggi dalam porsi tepat. Gunakan konsep Piring Huruf T yang telah kami jelaskan sebelumnya.
  • Saat berbuka puasa, jangan mengasup terlalu banyak makanan yang digoreng, tinggi lemak dan tinggi gula karena akan membuat kadar kolesterol tubuh meningkat serta dapat meningkatkan kadar gula darah serta membuatnya lebih sulit untuk dikendalikan.
  • Jangan lupa makan sahur, khususnya di akhir waktu karena makan sahur di akhir waktu dapat memudahkan anda menyeimbangkan kadar gula darah selama menjalani puasa.
  • Penuhi kebutuhan cairan dengan mengasup 8 gelas air minum bebas gula dan kafein.
  • Tarawih bisa menjadi aktivitas yang melelahkan dan Anda bisa mengalami dehidrasi atau berisiko mengalami hypos, untuk menghindari masalah selama Tarawih, pastikan Anda mengasup makanan karbohidrat kompleks setelah shalat Maghrib, minum air yang cukup setelah berbuka, bawa sebotol air dan obat diabetes saat anda ke Masjid Shalat Tarwih.
  • Periksa kadar glukosa darah Anda lebih sering daripada biasanya

Ingat bahwa Ramadhan juga tentang pengendalian diri dan disiplin. Jadi tetap fokus menjaga pola makan meskipun disekitar kita makanan sedang berlimpah.

Semoga bermanfaat, karena Puasa itu Menyehatkan.

Referensi : diabetes.org.uk

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*