Pengertian Pola Makan dan Kebiasaan Makan

Seringkali penggiat gizi mengalami sedikit hambatan dalam membedakan konsep dasar antara Pola Makan (Food Pattern) dengan Kebiasaan Makan (Food Habbit). Hal tersebut disebabkan karena penggiat gizi sulit menemukan kata kunci dari kedua kata tersebut.

Berdasarkan hasil perbincangan saya dengan Bapak Joko Sutopo, salah seorang member di group Facebook Komunitas Sarjana Gizi disimpulkan bahwa pada prinsipnya Pola Makan dan Kebiasaan makan itu memiliki persamaan yaitu sama-sama tindakan yang dilakukan setiap hari dan terus menerus dalam waktu yang relatif lama. Sedangkan perbedaannya ialah sebagai berikut :

Pola Makan

Secara umum, pola makan memiliki 3 komponen penting yaitu Jenis, Frekuensi dan jumlah. Bicara tentang jenis, di Indonesia mengenal pola Makanan Pokok, Lauk Hewani, Lauk Nabati, Sayur dan Buah.

Sedangkan frekuensi, sangat tergantung kelompok umur. Khusus untuk umur di atas 1 tahun, pola frekuensi makan ialah 3 kali makanan utama, dan 2 kali makanan selingan. pola ini berlaku untuk kelompok masyarakat yang sehat, sedangkan bagi mereka yang menjalani diet khusus tentu memiliki pola tersendiri.

Bagaimana dengan pola makan berdasarkan jumlah?.

Pola makan berdasarkan jumlah menggunakan acuan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang saat ini AKG terbaru adalah tahun 2012. Setiap penggiat gizi srbaiknya menggunakan AKG tersebut sebagai acuan tentang srberapa banyak makanan yang harus dikonsumsi oleh kelompok masyarakat.

Kebiasaan Makan

Berbeda dengan Pola makan, kebiasaan makan sifatnya sangat personal. Anda mungkin memiliki kebiasaan makan makanan pokok dalam bentuk nasi tapi tapi tetangga anda justeru memiliki kebiasaan makan makanan pokok dalam bentuk jagung. Bahkan dalam satu rumah tangga, setiap anggota rumah tangga memiliki kebiasaan makan yang berbeda-beda, apakah dari segi jenis, frekuensi dan jumlah.

Seorang suami memiliki kebiasaan menyarap jam 09.00 di kantor, tapi istrinya justeru menyarap sebelum berangkat ke kantor atau sekitar pukul 06.00. Meskipun mereka memiliki pola yang sama yaitu makan makanan utama 3 kali sehari.

Bicara tentang jumlah, seseorang memiliki kebiasaan makan 2 potong ikan akan tetapi orang lain mungkin cukup 1 potong saja.

Jadi kesimpulannya Pola makan sifatnya lebih formal, berlaku secara umum dan dijadikan sebagai pedoman. Sedangkan kebiasaan makan lebih personal dan terbentuk berdasarkan selera dan ketersediaan makanan di tingkat rumah tangga.

Salam Sehat, semoga bermanfaat dan terima kasih buat Bapak Joko Sutopo atas diskusi produktifnya.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*