Pengukuran Status Gizi pada Remaja

Status gizi adalah salah satu indikator untuk menilai status kesehatan remaja yang mudah dan murah, yang dibutuhkan hanya disiplin dan komitmen untuk terus menerus secara rutin memantau berat badan dan tinggi badan.

Status gizi pada remaja dihitung dengan menggunakan rumus indeks massa tubuh atau yang biasa disingkat dengan istilah IMT atau BMI (Body Mass Index). Akan tetapi IMT bukan tanpa kelemahan, karena IMT hanya menggambarkan proporsi ideal tubuh seseorang antara berat badan saat ini terhadap tinggi badan yang dimilikinya. IMT tidak mampu mengambarkan tentang proporsi lemak yang terkandung di dalam tubuh seseorang.

Meskipun demikian, jika nilai IMT sudah menunjukkan ke arah kelebihan berat badan atau overweight/obesitas, biasanya seseorang diminta untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, apakah kelebihan berat badan tersebut merupakan hasil dari timbunan lemak atau otot, bisanya dengan menggunakan beberapa pengukuran antropometri seperti pengukuran lemak bawah kulit.

Rumus IMT

Sebagaimana kami jelaskan sebelumnya bahwa IMT merupakan salah satu metode yang bisa digunakan untuk menghitung status gizi pada remaja, berikut rumus perhitungan IMT :

IMT = Berat badan/(Tinggi badan x Tinggi badan)

*) Catatan : Berat badan dalam satuan kilogram dan tinggi badan dalam satuan meter

Misalnya seorang remaja putri berusia 15 tahun memiliki berat badan 50 kg dengan tinggi badan 146 cm atau 1.46 meter, maka IMT remaja putri tersebut adalah 23.5 dengan rumus berikut :

IMT = 50/(1.46x 1.46) = 23.5

Interpretasi Hasil

Karena pada periode remaja pertumbuhan masih terus berjalan bahkan merupakan puncak pertumbuhan, maka nilai IMT belum bisa di klasifikasikan dengan indikator tertentu, oleh karena itu untuk mengetahui status gizi remaja anda bisa menggunakan indikator yang ditetapkan oleh WHO tahun 2007 yang dibedakan berdasarkan jenis kelamin, berikut tabel interpretasi IMT tersebut :

Berdasarkan kategori tersebut di atas, maka remaja putri pada kasus ini memiliki status kelebihan berat badan atau overweight. Pertanyaannya kemudian ialah berapa berat badan ideal remaja tersebut?

IMT tidak bisa digunakan untuk menghitung berat badan ideal, untuk menentukan berat badan ideal anda bisa menggunakan rumus Broca, sebagai berikut :

Berat Badan Ideal : (TB (cm) – 100) x 0.9

Berdasarkan data sebelumnya, maka berat badan ideal remaja putri tersebut di atas ialah : (146-100) x 0.9 = 41.4 kg atau dengan kata lain paling tidak ia harus memiliki berat badan minimum 37.3 kg dan berat badan maksimum 45.5 kg.

 Nah saudaraku, bagaimana dengan kamu? sudah idealkah berat badan mu?

Sumber : Kuniasih, dedeh, dkk (2010) Sehat & bugar berkat gizi seimbang. Penerbit buku gramedia. Jakarta

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*