Sebuah Catatan untuk HUT Kab. Maros ke-53

Kab. Maros adalah salah satu Kabupaten di Sulawesi Selatan yang berbatasan langsung dengan Kota Makassar, jika anda sering bepergian ke wilayah Timur Indonesia menggunakan jasa pesawat udara, pasti anda akan familiar dengan Kab. Maros karena mualai satu bulan terakhir semua penerbangan memberikan announcement “……selamat datang di Bandar udara internasional Sultan Hasanuddin di Maros…”.

Tanggal 4 Juli 2012, Kab. Maros tepat berusia 53 tahun, meskipun ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa usia Maros jauh lebih tua dari itu, tapi saya tidak mau masuk terlalu jauh dalam polemik itu, yang jelas bahwa Pemkab beserta masyarakat Maros harus terus melakukan evaluasi terhadap pembangunan yang dilakukan di Maros.

Sebagai orang yang lahir di Maros, meskipun saat ini tinggal di Kota Makassar, saya melihat beberapa perubahan yang signifikan di Kab. Maros, berikut uraian singkat saya tentang beberapa perubahan yang terjadi paling tidak 2 (dua) tahun terakhir.

Sejak Pemkab Maros dan jajarannya “berambisi” untuk meraih piala adipura yang bertujuan untuk menunjukkan bahwa Kab. Maros merupakan salah satu kota terbersih di Indonesia, maka telah terjadi beberapa perubahan di Kab. Maros, antara lain :

  1. Pemkab Maros merubuhkan sebuah patung yang fenomenal di Kab. Maros yang biasa kami sebut patung Keluarga Berencana (KB), sejak hilangnya patung ini, pandangan sekitar wilayah tersebut terlihat luas dan nyaman.
  2. Memindahkan pedagang kaki lima yang biasa berjualan selepas magrib di sepanjang jalan depan kantor PLN sampai ke kantor Departemen Agama ke pinggiran danau buatan dan hutan kota Kab. Maros, dan tempat itu sekarang diberi julukan PTB atau Pantai Tak Berombak, heheh…..
  3. Melanjutkan perbaikan jalan di beberapa ruas jalan Kecamatan, salah satu contoh di Kec. Moncongloe, hampir 10 tahun warga disini menederita akibat jalanan rusak karena dilalui oleh truk pengangkut tanah dan saat ini pengerjaan jalan beton sudah hampir tuntas di kecamatan itu.
  4. Taman wisata bantimurung semakin nyaman dengan pembangunan beberapa fasilitas tambahan di dalamnya, seperti pembuatan rumah dan gazebo serta perbaikan akses menuju ke goa batu yang berada tepat di atas air terjun bantimurung.
  5. Program penghijauan di Kab. Maros semakin giat dengan melibatkan beberapa organisasi kepemudaan di Kab, Maros, bahkan Bupati Maros mengeluarkan statement bagi guru-guru di Kab. Maros wajib menanam pohon dan memastikan pohon tersebut tumbuh kalau tidak akan diberi sanksi oleh Bupati. Statement ini tekesan “kejam” tapi kadang seseorang memang harus di paksa untuk berbuat baik.
  6. Pemkab Maros bereaksi dengan cepat untuk meninjau ulang ijin pendirian beberapa minimarket, sehingga banyak minimarket yang tidak berhasil mendapat ijin operasional hingga saat ini.

Meskipun demikian, masih banyak PR yang mesti diselesaikan oleh Pemkab Maros dan jajarannya, antara lain :

  1. Terminal Maros yang masih semrawut
  2. Pasar sentral Maros belum diremajakan
  3. Fasilitas umum untuk olah raga masih kurang, selama ini masyarakat hanya memanfaatkan area di sekitar kantor Bupati Maros.

Akhirnya, sebagai orang yang lahir di Maros, berharap semoga di HUT ke 53 ini Kab. Maros bisa lebih bijak dan program-programnya lebih berorientasi kepada pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dibanding pencitraan semata, karena posisi Kab. Maros yang strategis sehingga dibutuhkan kerja-kerja kreatif dari Pemkab Maros beserta jajarannya dan juga dukungan dari Masyarakat Maros.

Selamat Ulang tahun Butta Salewangang.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*