Siklus Menu Berbuka Puasa Khas Bugis-Makassar

Sumber : http://www.dakwahuii.com

Bulan Ramadhan sebentar lagi disamping perlengkapan beribadah seperti Al-Qur’an dan perlengkapan Shalat, biasanya berbagai macam resep makanan untuk berbuka puasa juga menjadi incaran ummat Muslim di Indonesia. Khusus untuk menu berbuka puasa, paling tidak ada 4 hal yang perlu dipertimbangkan yaitu :

  1. Pilih makanan yang padat energi dan mudah diserap agar tubuh memperoleh energi sesaat setelah berpuasa
  2. Minum air hangat, hindari air dingin apalagi menggunakan es yang berlebih
  3. Bijak menggunakan pemanis, jika pada makanan sudah menggunakan sirup maka tidak perlu menambahkan susu kental manis atau gula, pilih salah satunya
  4. Jangan berbuka dengan makan utama seperti Nasi dan lauk pauknya, awalilah berbuka dengan buah-buahan atau kue-kue.
  5. Hindari makanan gorengan

Bagi anda yang berdomisili di Sulawesi Selatan atau anda yang beniat berkunjung ke Sulawesi Selatan di Bulan Ramadhan tahun ini, berikut siklus menu berbuka puasa yang bisa anda jadikan alternatif.

siklus menu

Pallu butung, Barongko, Pisang ijo, Nagasari dan Roko-roko unti merupakan makanan khas Bugis-Makassar yang bisa dijadikan alternatif menu berbuka puasa, disamping kandungan seratnya yang cukup tinggi, rasanya yang manis serta berbahan dasar pisang kepok yang memiliki kandungan Kalium yang tinggi sekitar 300 mg/100 gram pisang. Kalium sangat baik untuk mengembalikan keseimbangan cairan tubuh yang berpuasa seharian.

Sedangkan Buruncong meskipun bahan utamanya tidak terbuat dari Pisang kepok, akan tetapi kue ini menggunakan bahan dasar Kelapa Setengah Tua Parut, kandungan kalium kelapa parut jauh lebih tinggi dari Pisang Kepok yaitu sekitar 317,7 mg/100 gram kelapa

Sop buah memang bukan makanan khas Bugis-Makassar akan tetapi berbagai macam makanan bisa dibuat dari potongan buah-buahan segar. Rasa manis dari buah serta kandungan vitamin dan mineral yang terdapat di dalamnya sangat dibutuhkan untuk memulihkan cairan tubuh, yang perlu diperhatikan jangan menggunakan pemanis berlebihan karena cukup rasa manis anda peroleh dari buah.

Kue yang satu ini (Baca : Tarajjong) terbuat dari Singkong kukus yang dilumatkan serta serutan gula aren. Kandungan Kalium singkong juga cukup tinggi sekitar 345.3 mg/100 gram Singkong Kukus. Karena kue yang satu ini digoreng maka sebaiknya tidak diasup berlebihan saat berbuka puasa karena makanan gorengan membebani organ perncernaan.

Roti Berre terbuat dari tepung beras dan diasup dengan fla yang terbuat dari gula aren, hanya saja roti yang satu ini sudah mulai sulit dijumpai kecuali di daerah asalnya yaitu di Kab. Sidrap, Soppeng, Wajo dan sekitarnya.

Semua makanan tersebut di atas sebaiknya disajikan dengan Teh hangat dengan sedikit gula pasir (<1 sendok makan), karena rasa manis sudah kita peroleh dari kue-kue yang disebutkan di atas.

Selamat menunaikan ibadah Puasa.

Roti Berre dan Fla Gula Aren
Roti Berre dan Fla Gula Aren
Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*