Songkolo Bagadang Khas Maros

Kabupaten Maros merupakan salah satu Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Makassar, yaitu pusat pemerintahan Propinsi Sulawesi Selatan. Posisi yang strategis ini, secara tidak langsung memberikan banyak keuntungan bagi Masyarakat Kabupaten Maros, baik dibidang sosial, ekonomi, kesehatan dan lain-lain.

Maros tidak hanya dikenal dengan keberadaan taman wisata Bantimurung dan leang-leang, akan tetapi Maros memiliki segudang makanan khas yang jarang diekspose, salah satunya ialah songkolo bagadang.

Songkolo (bahasa Makassar) atau Sokko’ (bahasa Bugis) merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan putih yang dikukus hingga matang, kadang juga menggunakan beras ketan hitam. Songkolo bagadang disajikan di atas piring dan diberi taburan kelapa parut yang sudah di goreng. Lauk pendamping yang khas dari makanan Songkolo ini adalah ikan asin kering dan telur itik asin.

Jika pelanggan bermaksud untuk mengonsumsi songkolo bagadang di rumah mereka atau ditempat nongkron mereka, maka biasanya setiap porsi songkolo bagadang dibungkus dengan menggunakan daun pisang yang diikat dengan gelang karet.

Bagadang sendiri merupakan bahasa Makassar yang berarti Begadang. Alasan penggunaan kata Bagadang dibelakang nama kata makanan tersebut menandakan bahwa songkolo bagadang dijual hingga dini hari, khusus untuk melayani mereka-mereka yang suka begadang.

Salah satu penjual Songkolo Bagadang di Kabupaten Maros yang menjadi favorit saya ialah terletak di Kecamatan Turikale atau sekitar 200 meter dari Ta’mirul Masajid Kabupaten Maros arah ke Bantimurung, kami biasa menyebut daerah tersebut dengan istilah Bonto Cina.

Entah sejak kapan usaha ini berdiri, yang jelas ketika sebagian besar aktifitas saya masih di Maros yaitu sekitar awal tahun 1995, Songkolo Bagadang itu sudah ada di daerah Bonto Cina dan hampir setiap malam ketika itu kami tidak pernah absen untuk mencicipi nikmatnya Songkolo Bagadang Bonto Cina. Disamping karena rasanya yang enak, kelapa gorengnya yang gurih, dan sambelnya yang khas, juga karena harganya yang relatif murah.

Jika dianalisis berdasarkan kandungan nilai gizinya, songkolo bagadang bisa dikategorikan sebagai makanan padat gizi, kaya akan karbohidrat, lemak dan protein. Karbohidrat berasal dari beras ketan sebagai bahan utama makanan tersebut, lemak nabati diperoleh dari kelapa parut yang digoreng, sedangkan protein hewani diperoleh dari lauk pendamping, apakah ikan asin kering atau telur itik asin.

Permasalahannya kemudian ialah mengonsumsi makanan berat yang mengandung karbohidrat tinggi pada malam hari kurang tepat, khususnya bagi anda yang sedang berusaha mendapatkan berat badan ideal.

Makanan berat sebaiknya dikonsumsi paling tidak sebelum pukul 08.00 malam, hal tersebut bertujuan untuk memberi waktu yang cukup bagi tubuh untuk berisitirahat dan memetabolisme makanan yang sudah dikonsumsi.

Jika anda tetap lapar pada malam hari karena anda sedang melakukan pekerjaan yang menuntut anda harus begadang, maka dianjurkan untuk mengonsumsi buah-buahan, seperti Apel, pisang mas atau pisang raja, dll.

Akan tetapi jika anda sedang tidak dalam kondisi diet, maka Songkolo bagadang khas Maros ini merupakan salah satu pilihan kuliner yang biasa anda jadikan alternatif saat berada di Kabupaten Maros.

Meskipun setiap daerah di Sulawesi Selatan memiliki makanan khas dalam bentuk Songkolo, akan tetapi Songkolo Bagadang khas Maros memiliki cita rasa tersendiri bagi para penikmatnya.

Sekali lagi, keberadaan songkolo bagadang khas Maros menunjukkan bahwa kekayaan kuliner Kabupaten Maros tidak kalah dengan daerah lainnya di Nusantara, dan selalu siap memanjakan lidah anda.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*