Tantangan Pemberian ASI-1

Saya terbangun oleh bunyi alram, bukan karena suara adzan subuh dari masjid besar dekat Rumah Sakit tempat anak kedua saya dilahirkan. Kemarin (Ahad/23 Februari 2014), istri saya melahirkan anak laki-laki dengan berat 3.7 kg dan panjang 52 cm.

Kami adalah penggiat ASI, karenanya sesaat setelah anak kami lahir, istri terus mengingatkan paramedis untuk melakukan IMD, tapi sepertinya mereka tidak peduli atau pura-pura tidak peduli, misalnya ketika si kecil sudah diletakkan di perut ibunya, beberapa menit kemudian paramedis meminta bayi untuk di timbang, diukur beratnya, dll, setelah itu si kecil kembali diletakkan di perut ibu, tapi beberapa menit kemudian, datang lagi seorang paramedis melakukan intimidasi untuk menghentikan proses tersebut krn alasan takut bayi sesak nafas dan bahkan menyalahkan si ibu krn puting ibu tidak muncul.

Disela-sela waktu, istri saya sempat bertanya ke salah seorang mahasiswa yg sedang praktek, ternyata baru istri saya yg meminta IMD, selama ini tidak pernah, pantas saja paramedisnya gagap melakukan praktek tersebut. Sepertinya saya salah memilih RS, krn saat itu yg ada dikepala saya hanya keselamatan ibu dan bayinya.

ASI BELUM KELUAR

Istri terus saya motivasi untuk menyusui, karena hingga tengah malam, ASI istri saya belum keluar, dan periode kritis inilah yang sering digunakan pintu masuk oleh paramedis atau perusahaan susu formula untuk menggalkan pemberian ASI.

Tapi kami sejak awal memahami bahwa anak yang baru lahir mampu bertahan tanpa asupan hingga 3 hari setelah dilahirkan, sehingga ibu, suami dan keluarga punya banyak waktu untuk memotivasi diri sehinga ASI bisa cepat keluar.

Kami bukan satu-satunya keluarga yang mengalami masalah tersebut di atas, kami yakin banyak ibu-ibu di luar sana yang mengalami kondisi yang sama, dan banyak diantara mereka gagal memberikan ASI di periode awal ini. Dan semoga kami bisa melewati cobaan ini dan kami mampu menunaikan tanggung jawab kami kepada anak kami, yaitu memberikan haknya, ASI.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*