Tips Makan Sehat di Hari Raya

Puasa dikenal sebagai salah satu metode yang paling efektif untuk membersihkan tubuh dari toksin, maka tidak heran jika Rasulullah SAW pernah mengungkapkan pernyataan sekitar 15 abad yang lalu, “Berpuasalah Kamu Agar Sehat”.

Persoalannya kemudian ialah setelah 30 hari menjalani proses toksifikasi melalui puasa di bulan Ramadhan, tepat pada hari raya Idul Fitri, pola makan berubah drastis dan cenderung kurang sehat.

Beberapa penyakit yang banyak muncul beberapa hari setelah bulan Ramadhan antara lain : sembelit, karena konsumsi sayur dan buah yang rendah, kolesterol tinggi karena konsumsi sumber kolesterol yang tinggi, tekanan darah naik karena konsumsi minuman dan makanan yang mengandung natrium/garam yang tinggi, kadar gula darah naik karena konsumsi makanan sumber karbohidrat sederhana yang tinggi dan konsumsi sayur dan buah yang rendah.

Suatu hari salah seorang kawan saya yang bekerja di salah satu rumah sakit terbesar di Makassar mengatakan bahwa biasanya sepekan setelah lebaran, rumah sakit ramai dikunjungi pasien dengan keluhan yang hampir sama,antara lain kadar gula darah naik lagi, kolesterol dan tekanan darah tiba-tiba mencapai puncaknya, serta penyakit-penyakit yang berhubungan dengan pola makan yang keliru lainnya.

Mengapa demikian?

Coba anda amati menu yang disajikan paling tidak 3 (tiga) hari setelah Ramadhan berakhir, hampir setiap rumah menyajikan lauk, minuman dan kue-kue yang sama seperti :

  1. Opor ayam
  2. Kari ayam
  3. Sambel goreng ati
  4. Ayam goreng bumbu kecap
  5. Udang goreng tepung
  6. Ayam suir-suir
  7. Soto ayam
  8. Sop ayam
  9. Minuman berkarbonasi seperti softdrink, soda, dll

10. Teh manis

11. Sirup dengan berbagai macam warna dan rasa

12. Kue kering yang terbuat dari margarine,mentega, telur ayam, tepung terigu, gula pasir, dll

13. Kacang goreng, kacang telur, kacang sembunyi, dll

14. Agar-agar dengan berbagai macam rasa

15. Dll

Apa yang salah dengan makanan-makanan di atas?, bukankah makanan tersebut merupakan makanan yang kaya akan gizi?.

Setuju, makanan tersebut di atas merupakan makanan yang kaya akan zat gizi, persoalannya kemudian ialah sangat jarang kita temukan rumah tangga yang menyajikan sayur dan buah saat lebaran, kalaupun ada yang menyajikan sayuran, umumnya sayur yang disajikan dalam bentuk sayur sup yang komposisinya lebih banyak mengandung kool dan bihun dibanding wortel dan buncis. Kalaupun ada yang menyajikan buah, umumnya masyarakat kita cenderung memilih kacang goreng, agar-agar atau kue kering lainnya.

Mengapa sayur dan buah penting?

Sayur dan buah merupakan makanan yang dapat membantu menetralisir kandungan garam/natrium, kolesterol, serta gula yang tinggi yang terdapat pada menu-menu di atas. Kandungan serat yang tinggi pada sayur dan buah serta vitamin C dan vitamin E yang terkandung di dalamnya diduga sebagai komponen aktif yang berperan dalam proses tersebut.

Nah saudaraku, mari merayakan hari raya Idul Fitri dengan bijak, bijak memilih jenis makanan dan bijak menentukan seberapa banyak makanan yang harus anda konsumsi. Beberapa hal yang perlu anda perhatikan jika di hari raya Idul Fitri akan mengunjungi beberapa rumah antara lain :

  1. Batasi porsi makanan yang anda konsumsi, baik makanan utama maupun makanan penutup
  2. Batasi konsumsi minuman bersoda, softdrink, sirup dan teh manis, ganti minuman tersebut dengan air putih saja.
  3. Jika selama perjalanan, rumah yang anda kunjungi tidak menyajikan buah, maka sebaiknya setelah tiba di rumah anda sendiri, cobalah untuk mengonsumsi buah dengan jumlah yang cukup, paling tidak sekitar 2-3 porsi
  4. Buat anda yang akan dikunjungi oleh tetangga dan sanak famili, cobalah untuk menyajikan sayur dan buah dalam menu hari raya anda.

Semoga bermanfaat, salam sehat di hari raya.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*