Tips Menaklukkan Uji Kompetensi Tenaga Gizi

Jika tidak ada aral melintang maka lulusan pendidikan gizi (D-III, D-IV dan S-1) di seluruh Indonesia akan mengikuti uji kompetensi (UKOM) di Pertengahan bulan November tahun 2017 ini. UKOM ialah salah satu instrumen yang dikembangkan oleh Pemerintah untuk memastikan bahwa lulusan yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi memiliki kualitas yang relatif sama dan siap bekerja di Pelayanan Kesehatan.

Bagi mereka yang tidak lulus UKOM maka peluang untuk memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) akan tertutup, jika yang bersangkutan tidak memiliki STR maka menurut peraturan dia tidak dibenarkan menangani atau bersentuhan langsung dengan pasien. Pekerjaan yag bisa dia lakukan di pelayanan kesehatan hanya yang bersifat administratif.

UKOM kali ini merupakan UKOM pertama bagi tenaga gizi, meskipun sudah beberapa kali dilakukan tryout akan tetapi beban psikologi yang dihadapi oleh calon peserta tentu berbeda.

Area Kompetensi yang Diujikan

Paling tidak ada tujuh area kompetensi yang diujikan pada UKOM pada jenjang Diploma III yaitu :

  1. Landasan Ilmiah Ilmu Gizi, terdiri atas 9 – 18 soal
  2. Proses Asuhan Gizi Individu dan Kelompok, terdiri atas 54-72 soal
  3. Manajemen Progam dan Pelayanan Pangan dan Gizi, terdiri atas 27-36 soal
  4. Manajemen Sistem Penyelenggaraan Makanan, terdiri atas 27-36 soal
  5. Etika,Moral dan Profesionalisme Gizi, terdiri atas 9-18 soal
  6. Komunikasi Efektif, terdiri atas 9-18 soal
  7. Penelitian Terapan, terdiri atas 9-18 soal

Landasan ilmiah ilmu gizi membahas tentang ilmu gizi dasar, ilmu gizi dalam daur kehidupan, ilmu pangan, komposisi gizi bahan makanan, dll. Proses asuhan gizi lebih banyak membahas tentang gizi klinik. Manajemen Progam dan Pelayanan Pangan dan Gizi membahas tentang gizi masyarakat seperti Penilaian Status Gizi, Survei Konsumsi, dll. Poin empat hingga tujuh sudah sangat jelas area kajiannya.

Jumlah pertanyaan dalam satu paket soal ujian sebanyak 180 nomor yang harus dijawab selama 180 menit tanpa jedah atau dengan kata lain satu menit satu soal.

Struktur Soal UKOM

Soal UKOM sudah didesain sedemikian rupa menggunakan pendekatan Vignette yang terdiri atas tiga bagian, yaitu badan soal atau biasa disebut dengan istilah Steem, pertanyaan dan terakhir adalah option atau pilihan jawaban.

Badan soal umumnya berbentuk kasus dengan setting pelayanan kesehatan atau komunitas, sementara pertanyaan umumnya berbentuk pertanyaan sedangkan pilihan jawaban teridiri atas 5 pilihan jawaban, contoh soal UKOM sebagai berikut :

Badan Soal

Seorang remaja putri berusia 17 tahun datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kesehatan dengan keluhan sering pusing dan sakit kepala. Hasil pengukuran laboratorium menunjukkan bahwa kadar Haemoglobin remaja tersebut ialah 10.8 mg/dl, Pengukuran tekanan darah 120/80. Hasil perhitungan Indeks Massa Tubuh ialah 17.9

Pertanyaan

Bagaimanakah status gizi remaja tersebut?

Pilihan Jawaban

  1. Obesitas
  2. Overweight
  3. Normal
  4. Kurus
  5. Sangat kurus

Berapa banyak waktu yang anda habiskan untuk membaca soal tersebut di atas? Jika membaca badan soalnya saja membutuhkan waktu 1 menit maka berapa banyak waktu yang anda butuhkan untuk memahami pertanyaan dan memikirkan pilihan jawabannya.

Contoh soal di atas merupakan salah satu contoh soal yang paling sederhana dari area kompetensi gizi masyarakat, tentu anda sudah bisa membayangkan bagaimana bentuk soal untuk area kompetensi lainnya.

Tips Menjawab Soal UKOM Tenaga Gizi

  1. Kenali area kompetensi yang akan diujikan, fokus pada area yang memiliki jumlah soal paling banyak seperti Gizi klinik, gizi masyarakat dan MSPM
  2. Kenali jenis masalah gizi yang umum dijumpai di unit layanan kesehatan pada setiap area kompetensi, misalnya di area gizi klinik : Diabetes mellitus, hipertensi, asam urat, kolesterol, dll. Gizi masyarakat : perhitungan umur, kategori status gizi, teknik pengukuran, indikator capaian kegiatan di Posyandu dan di Puskesmas, dll. Area MSPM : standar porsi, perhitungan unit cost, keamanan makanan, dll.
  3. Baca pertanyaan terlebih dahulu, identifikasi kata kunci atau masalah yang ditanyakan lalu baca dengan cermat badan soal. Cara ini paling tidak bisa menghemat waktu anda supaya anda tidak perlu berulang kali membaca badan soal.
  4. Banyak berlatih, tentu bagi anda yang sudah alumni harus bisa mengakses soal-soal waktu masih kuliah, anda bisa menghubungi bagian akademik di kampus anda atau dosen yang bersangkutan agar diberi akses ke soal yang pernah diujicobakan sehingga anda bisa berlatih. Bagi anda yang masih mahasiswa, minta ke Dosen anda agar membuat soal dengan format Vignette sehingga anda terbiasa mengerjakan soal-soal type tersebut.
  5. Berdoa dan perbanyak sedekah
  6. Tawakkal, setelah anda melakukan poin satu hingga lima, saatnya anda berserah diri, apapun hasilnya itulah yang terbaik buat kamu, dan jangan putus asa jika gagal karena kamu masih bisa mengikuti ujian susulan.

Sudah siapkah anda menyambut UKOM? Siap Dong.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*